
BANDUNG - Banjir di sejumlah wilayah di Jabar hingga kemarin (24/3) belum menunjukkan tanda-tanda surut. Genangan air cukup tinggi masih terjadi di Kabupaten Bandung, Karawang, dan beberapa daerah sekitarnya.
Ketinggian air di Bendungan (Waduk) Jatiluhur masih cukup tinggi. Bahkan, debit air Sungai Citarum terus naik. Hal ini mencemaskan warga di daerah utara Karawang, seperti Kecamatan Rengasdengklok dan Jayakerta. Apalagi, tanggul sungai Citarum mulai bocor.
Tetapi, warga mengantisipasi kemungkinan banjir bertambah parah. Ketinggian air hampir mencapai atap rumah warga. Arus pengungsian terus meningkat dalam beberapa hari ini.
Wakil Gubernur Jabar Dede Yusuf mengunjungi para pengungsi banjir di Karawang Barat kemarin. Daerah itu merupakan salah satu lokasi yang cukup parah diterjang banjir. Dede mengatakan kondisi banjir cukup parah. ''Secepatnya kita mengantisipasi bencana ini. Terutama, para korban harus segera ditangani atau dibantu. Melihat kondisi banjir saat ini, masih ada kemungkinan berlanjut,'' tuturnya kepada Pasundan Ekspres dan Radar Bandung (Jawa Pos Group).
Banjir yang melanda Karawang sudah berlangsung tujuh hari. Air menggenangi 15.638 rumah di sepuluh kecamatan. Ketinggian genangan mencapai hingga empat meter. Luapan Sungai Citarum juga merendam sebagian besar wilayah Kota Karawang.
Berdasar laporan Radar Karawang (Jawa Pos Group), hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Tetapi, 65.289 warga mengungsi. Mereka tersebar di Kecamatan Karawang Barat, Karawang Timur, Telukjambe, Ciampel, Batujaya, Pakisjaya, Rengasdengklok, Klari, dan Jayakerta. Kondisi para pengungsi juga makin memprihatinkan akibat beban mental selama di pengungsian.
''Selama hampir lima hari ini kami belum mendapat bantuan. Pengajuan bantuan pemerintah cukup rumit hingga banyak warga kecewa,'' tutur Endang, seorang warga Karawang mengeluhkan soal distribusi bantuan.
Bupati Karawang Dadang S. Muchtar menetapkan masa tanggap darutat selama dua pekan. Hal ini akan berlangsung hingga 4 April mendatang.
Di Kabupaten Bandung, korban banjir memang tak sebanyak seperti di Karawang. Tetapi, genangan air tinggi memaksa warga Cieunteung harus mengungsi. Bupati Bandung Obar Sobarna menawarkan solusi relokasi untuk 475 kepala keluarga (KK) yang tinggal di Cieunteung dan sekitarnya. Relokasi disiapkan di lahan kosong sekitar enam km dari Cieunteung.
Ketinggian muka air (TMA) Waduk Jatiluhur mulai surut. Tetapi, penurunannya tidak signifikan. Hingga kemarin, TMA berada di level 108,32 meter di atas permukaan laut (dpl) atau hanya turun 4 cm dari level sebelumnya 108,36 meter/dpl.
''Penyusutan air memang tidak akan bisa drastis sepanjang curah hujan di wilayah Jawa Barat bagian selatan masih berlangsung. Sebab, air yang mengalir dari hulu Sungai Citarum masih tinggi,'' ujar staf PJT II Jatiluhur, Atik Wahidi.
Bahkan, debit air yang dialirkan PJT II merendam sejumlah daerah di Purwakarta dan Karawang. Tapi, PJT II membantah telah mengalirkan air melalui Sungai Citarum melebih kapasitas. ''Air yang keluar masih sesuai prosedur,'' tuturnya. (jpnn/dwi)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Banjir di Wilayah Jabar Belum Surut"
Post a Comment