Ketua KPK Jangan Tersandera Masa Lalu

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Mahkamah Konstitusi Moh Mahfud MD mengatakan, orang yang menjadi ketua Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Antasari Azhar, seharusnya bukan yang tersandera oleh sejumlah kasus masa lalu.

"Dia harus bersih dan jangan tersandera kasus masa lalu," kata Mahfud kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/5/2010).

Dengan demikian, menurut Ketua MK, sosok itu akan berani membuat berbagai terobosan saat menangani beragam kasus korupsi karena merasa tidak memiliki beban.

Bila sosok yang terpilih adalah orang yang tidak bersih dan tidak berani membuat terobosan, kata dia, maka hal tersebut bisa sangat membahayakan bagi KPK.

Mahfud mengemukakan, hingga saat ini dia masih belum bisa untuk mengatakan nama orang yang pantas menjabat sebagai ketua KPK.

Mengenai sejumlah pihak yang mencalonkan dirinya sebagai ketua KPK, Mahfud menuturkan, hal itu dianggapnya hanya sebatas apresiasi dan penghargaan terhadap dirinya.

Namun, dia merasa kurang pantas untuk menjabat sebagai ketua KPK karena memiliki kebiasaan banyak berkomentar.

"Ketua KPK sebaiknya diisi oleh orang yang tidak banyak omong," katanya.

Panitia seleksi calon pimpinan KPK sepakat untuk membuka pendaftaran calon pimpinan KPK pada 25 Mei.

"Putusan resmi hari ini, pendaftaran diumumkan di koran mulai 25 Mei 2010," kata Ketua Panitia Seleksi, Patrialis Akbar, di Jakarta, Senin (17/5/2010).

Patrialis yang juga Menteri Hukum dan HAM menyatakan, panitia seleksi akan mencari dua calon pimpinan KPK. Kedua calon itu nantinya akan dilaporkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan diteruskan ke DPR untuk menjalani uji kelayakan dan kepatutan.

Setelah itu, DPR akan memilih satu orang untuk dilantik menjadi pimpinan KPK. Pimpinan KPK terpilih itu akan mengisi kekosongan kepemimpinan KPK yang ditinggalkan oleh Antasari Azhar yang terjerat kasus hukum.

Ada Janin dalam Gelas Koktail


ROMA, KOMPAS.com — Janin dalam segelas koktail? Jangan berpikir seram dulu. Ini "gaya" Italia untuk memperingatkan perempuan tentang bahaya konsumsi alkohol selama hamil. Negeri Pizza itu meluncurkan kampanye penyadaran berupa poster bergambar janin di dalam gelas koktail.

Kampanye baru itu memperlihatkan janin dalam posisi meringkuk di dasar gelas, di bawah es batu dan sepotong irisan jeruk. Iklan kampanye itu membawa pesan sederhana, "Ketika seorang ibu minum alkohol, bayinya pun akan minum alkohol juga."

Peringatan kesehatan itu telah diluncurkan di wilayah timur laut Veneto. Iklan itu akan tampak di bus-bus, di papan iklan, serta toilet perempuan di bar, restoran, dan klub malam.

"Punya bayi merupakan salah satu tahapan paling penting dalam hidup dan merupakan hal fundamental bagi calon ibu dan keluarga mereka untuk mengetahui bagaimana menghindari risiko yang dapat membahayakan kesehatan bayi yang belum lahir," kata Claudio Dario, direktur jenderal otoritas kesehatan setempat, sebagaimana dikutip Telegraph, Rabu (26/5/2010).

Iklan tersebut untuk menanggapi temuan Institut Kesehatan Italia bahwa 65 persen perempuan negara itu mengonsumsi alkohol selama kehamilan mereka.

Veneto, yang meliputi Venesia, merupakan daerah konsumsi alkohol kedua tertinggi di Italia, dengan sekitar 67 persen perempuan mengatakan, mereka minum secara teratur. Di Eropa secara keseluruhan, berdasarkan data dari European Alcohol Policy Alliance, satu dari setiap seratus bayi berisiko terhadap masalah kesehatan akibat ibunya suka minum alkohol selama masa kehamilan.

Lembaga itu juga memperkirakan, sampai 79 persen perempuan Inggris minum alkohol selama kehamilan. Minum alkohol selama kehamilan merupakan penyebab utama dari bayi yang lahir cacat dan mengalami gangguan perkembangan, termasuk berat badan yang rendah saat lahir dan kelainan jantung.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan rekomendasi bahwa perempuan hamil harus menghindari alkohol selama kehamilan mereka.

Satu Lagi Sekolah Pilot di Indonesia

CIREBON, KOMPAS.com — Satu lagi sekolah pilot berdiri di Indonesia, yaitu Wings Flying School (WFS). Sesuai namanya, sekolah ini memang didirikan oleh manajemen Wings Airline, anak perusahaan Lion Air. WFS berlokasi di Bandara Cakrabhuwana, Cirebon serta dilengkapi dengan hanggar dan asrama siswa.

Kamis (27/05/2010) sekitar pukul 10.00, WFS akan diresmikan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang diwakili oleh Direktur DKUPPU Yurlis Hasibuan.

Untuk tahap awal, WFS menggunakan sebuah pesawat jenis Cessna C-172P sebagai pesawat latih. Lama waktu pendidikan di WFS hingga siswa mendapat lisensi pilot komersial diperkirakan antara 12 dan 18 bulan.

"Siswa yang telah lulus nanti untuk sementara akan langsung dipekerjakan di Wings Air atau Lion Air," ujar Direktur Umum Wings Air Edward Sirait. Menurt Edward, dua maskapai penerbangan ini masih memerlukan banyak pilot terkait pemesanan ratusan pesawat Boeing B737-900ER dan puluhan pesawat ATR 72-500. (Angkasa/Gatot R)

Presiden Partai NII Ingin Pimpin KPK

JAKARTA, KOMPAS.com — Memasuki hari kedua pendaftaran calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK, tak kurang 24 orang berdatangan ke sekretariat Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta, Rabu (26/5/2010).

Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya telah melengkapi berkas-berkas yang diajukan. Ketiga orang itu adalah seorang bankir bernama Hertanto T Surya, Dirjen Bimas Buddha Irjen Pol (Purn) Budi Setiawan, dan pengacara Farhat Abbas.

Kedua bakal calon terakhir tidak hadir langsung, tetapi mengirimkan asistennya untuk menyerahkan berkas-berkas. Sementara itu, di antara 21 peminat posisi calon pimpinan KPK, beberapa di antaranya cukup menyedot perhatian wartawan, terutama Maskur Loawena SAg, MAg, SH.

Pria berpenampilan nyentrik ini mengaku sebagai Presiden Partai Negara Islam Indonesia (NII). "Saya ingin jadikan Indonesia negara yang bersih," ujar Maskur yang berjaket kuning, berkacamata hitam, dan bertopi ini.

Ketika ditanya usianya, Maskur langsung menyahut berusia 70 tahun. Namun, begitu diinformasikan soal syarat usia calon pimpinan KPK harus kurang dari 65 tahun, Maskur buru-buru meralat usianya.

"Saya sekitar 60 tahun," ujarnya, kagok. Ketika ditanya tahun kelahirannya, Maskur yang mengaku hendak membuat undang-undang potong tangan bagi koruptor itu sempat tertegun sejenak. Selang beberapa detik kemudian, Maskur menjawab tahun kelahirannya 1950.

Terkait adanya larangan pimpinan KPK memimpin partai politik, Maskur berjanji akan membubarkan partainya jika ia terpilih menjadi pimpinan KPK.

Selain Maskur, ada pula seorang peminat yang mengaku intelijen. Ia tak segan-segan menunjukkan pas foto berlatar belakang warna hijau.

"Kalau foto berlatar belakang warna hijau, ini artinya intel," bisiknya. Ketika para wartawan hendak mewawancara soal visi-misinya jika kelak menjadi pimpinan KPK, pria tersebut mengatakan hendak minta izin pada atasannya terlebih dahulu.

Selang beberapa menit, pria setengah baya itu mengaku tidak diperbolehkan berbicara kepada media oleh atasannya. "Saya tidak suka menonjol," kilahnya.

Selain itu, ada juga notaris yang meminati posisi pimpinan KPK. Namun, begitu ditanya para wartawan, pria berkacamata tersebut tidak mau mengaku. "Saya orang suruhan," kilahnya seraya berlalu.

Sabuk Yupiter Hilang, NASA Pusing

CAPE CANAVERAL - Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (AS) NASA kembali dibuat pusing. Kali ini, menghilangnya sabuk utama planet Yupiter membuat mereka bertanya-tanya.

Yupiter, planet terbesar dalam sistem tata surya, memiliki beberapa sabuk melingkar. Sabuk awan, demikian ilmuwan menyebut sabuk-sabuk yang tampil lewat gradasi warna cokelat ini. Beberapa hari lalu, satu sabuk dari dua sabuk awan utama benar-benar menghilang. Dikatakan 'benar-benar' karena sabuk awan terlihat mulai mengabur sejak tahun lalu.

Kendati peristiwa ini bukan pertama kali terjadi pada Yupiter, tetap saja NASA terkejut. Mengapa? Karena sampai sekarang NASA belum juga menemukan penyebab hilangnya dua sabuk Yupiter. Sabuk Ekuator Selatan Yupiter (SEB) menghilang beberapa pekan, kemudian muncul kembali dalam waktu yang tidak bisa dipastikan. Bahkan NASA pun tidak bisa melacak atau memotret saat sabuk menghilang maupun kembali pada jajaran sabuk Yupiter.

"Sungguh misterius. Ini adalah peristiwa besar," sahut astronom yang bekerja di Laboratorium Penggerak Jet NASA Glenn Orton.

Tim Norton sebenarnya terus memantau permukaan Yupiter. Namun, entah kenapa peristiwa hilang dan kembalinya SEB selalu terlewatkan. Misalnya yang terjadi tahun lalu, saat SEB mulai menghilang. Gumpalan awan terus menipis hingga akhirnya habis sama sekali. Tidak ada sisa awan yang melingkar pada ekuator selatan Yupiter.

NASA pun gemas. "Kami tidak mengerti apa yang terjadi pada sabuk itu," papar Orton. Astronom ini cukup pusing menghadapi misteri hilangnya sabuk Yupiter. Lain halnya dengan astronom asal Australia Anthony Wesley. Dia menganggap peristiwa ini sebagai suatu kejutan. "Ya, Yupiter memang senang memberi kejutan," katanya datar.

Anggapan Wesley, sabuk awan tidak menghilang dalam arti sebenarnya. Dia yakin, SEB masih melingkar pada permukaan Yupiter. "Hanya mungkin tak terlihat karena tertutup gumpalan awan yang lebih tebal," ujarnya. Usia Wesley masih sangat muda ketika pertama kali 'diperkenalkan' dengan SEB. Semasa kecil, ayah Wesley sering mengajaknya ke loteng. Mereka meneropong bintang dari balik lensa teleskop. Dari kecil, Wesley tahu bahwa Yupiter memiliki dua sabuk utama.

"Aneh rasanya ketika tahu kini tinggal satu sabuk saja," ucapnya. SEB yang berwarna kecokelatan memiliki ukuran dua kali lebih lebar dibandingkan lebar bumi. Sabuk ini pun terlihat lebih besar daripada deretan sabuk Yupiter yang lain. Sabuk ini kerap menghilang dalam balutan kisah yang misterius. Tidak ada yang tahu waktu pastinya, pun penyebab hilangnya sabuk.

Pada rentang 1973-1975, SEB menghilang dan muncul lagi selama beberapa kali. Hampir 16 tahun sesudahnya, tidak ada laporan tentang hilangnya SEB. Laporan serupa muncul kembali pada 1989-1990. Tiga tahun kemudian, SEB kembali berulah. Sabuk ini menghilang tanpa pamit. Beberapa pekan kemudian, SEB terlihat lagi pada permukaan Yupiter.

Belasan tahun sesudahnya, SEB terus melingkar cerah pada permukaan planet kelima dalam sistem tata surya. Pada 2007, SEB hilang lagi. Menghilangnya SEB pada 2007 hanya berlangsung sebentar. Namun, kondisi ini justru mengacaukan pikiran NASA. Sebab, tahun-tahun berikutnya SEB semakin sering menghilang. (srn)

Biar Sudah Kepala Desa Tetap Jadi Pengemis

TEMPO Interaktif, Lucknow - Seorang pengemis menjadi kepala desa di India. Biarpun memimpin desa, ia tetap mengemis dan sebagian pendapatan dari mengemis ia gunakan untuk membangun desa yang ia pimpin.

Pengemis itu, Dharmveer Bhoora, 46 tahun, sudah lebih dari 30 tahun menjadi pengemis. Tapi sejak 2004, ia mengemis tidak hanya untuk memberi makan dirinya dan keluarganya, tapi juga untuk dana pembangunan desa.

"Mungkin itu terdengar aneh bagi Anda, tapi sejak saya memimpin desa pada 2004, saya bisa mengumpulkan ribuan rupee dari mengemis, yang kemudian dikucurkan untuk memperbaiki infrastruktur publik desa," katanya.

Bhoora memimpin desa Khaikheri yang berpenduduk sekitar 10 ribu di negara bagian Uttar Pradesh, India. Ia menjadi kepala desa gara-gara penduduk desa dengan para politikus lokal yang korup dan melakukan malpraktik.

"Untuk memberi pelajaran bagi mereka, kami sepakat membuat seorang pengemis duduk di kursi kepala desa," kata seorang guru SD dari desa itu, Rajeev Tyagi. "Kami berpikir ini bakal menampar muka politisi dan wakil rakyat yang korup karena disejajarkan dengan para pengemis."

Penduduk desa segera mengurus formalitas agar Bhora bisa menjadi kepala desa. Bhoora semula berpikir penduduk desa itu sedang mengejek dengan mencalonkan sebagai kepala desa.

"Tapi saat mereka membantu saya menyelesaikan formalitas pemilihan, saya sadar mereka serius," katanya. "Sejak itu saya menjadikan peran baru saya ini sebagai tantangan dan bekerja demi kemajuan desa."

Dalam pemilihan lima tahun silam itu, Bhoora menang dan ia mulai menjadi kepala desa dengan gaji dari pemerintah negara bagian sebesar 500 ribu rupee (Rp 100 juta) per tahun. Meski begitu, ia tetap mengemis meski sejak itu sebagian hasilnya ia berikan bagi pembangunan desa.

"Dari memperkeras jalan sampai WC umum, pemasangan lampu jalan sampai pembangunan balai warga, bisa terwujud dari uang yang saya kumpulkan dari mengemis," katanya. "Karena itu, saya akan tetap mengemis."

Warga senang dengan Bhoora yang tetap mengemis. Mereka bahkan bersemangat memberi duit jika Bhoora mengemis, karena tahu uang itu akan dipakai untuk membangun desa. Bhoora hanya mengambil secukupnya untuk dia dan keluarganya, sisanya untuk pembangunan.

"Kami sangat tahu soal dia," kata seorang warga, Manki Devi. "Dari tangannya, ia hanya mengambil yang dibutuhkan bagi keluarganya dan sisanya dihabiskan bagi pembangunan desa."

Wakil Presiden Boediono Golput


Wakil Presiden RI, Boediono tidak menggunakan hak suaranya alias golput dalam pemilihan kepala daerah Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar, Minggu (23/5). Padahal Boediono terdaftar sebagai pemilih dengan nomor urut 216 di tempat pemungutan suara 60 Kelurahan Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman. Meski Boediono sudah menjabat wakil presiden, namun ia masih tercatat sebagai warga Kelurahan Condongcatur, Depok, Sleman.

“Pembantunya bilang, Pak Boed tidak nyoblos karena ada kesibukan,” kata Ketua KPPS Heri Hartanto kepada Tempo, Minggu (23/5).

Konfirmasi tersebut diperoleh petugas KPPS sehari sebelum pencoblosan. Bahkan dua surat undangan pemungutan suara yang diperuntukkan bagi Boediono dan istrinya, Herawati ditemukan masih berada di antara tumpukan berkas-berkas KPPS. “Di sini kalau Pilkada dan pemilihan lurah sepi. Alasan warga, karena enggak kenal calon-calonnya,” kata Heri.

Ia menggambarkan dari total 531 pemilih di TPS 60, jika dihadiri 200 orang saja sudah untung. Sedangkan pada saat pemilihan umum presiden maupun legislatif, diakui Heri, TPS-nya justru ramai dikunjungi warga.

Masuk SMKN Malang Rp 2,7 Juta, Kelurga Miskin Kebingungan

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG -- Anak-anak dari keluarga miskin (Gakin) ternyata tidak mudah untuk bisa meneruskan pendidikannya ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) di Malang. Itu tercermin dari banyaknya keluhan dari keluarga Gakin yang tidak sanggup membayar biaya masuk SMKN berkisar Rp 2,7 juta hingga Rp 3,5 juta per siswa.

Bahkan, akibat dari pengenaan biaya sangat tinggi itu, ada sekitar 13 anak Gakin yang diasuh dan dibina Aliansi Masyarakat Miskin Malang (AMM) terancam gagal masuk SMKN. Ketua AMM, M Amrullah, Ahad (23/5) menjelaskan bahwa minat dan keinginan anak-anak dari Gakin itu untuk sekolah sangat tinggi.

''Namun, keinginan mereka masih banyak mengalami kendala. Di antaranya soal biaya masuk SMKN itu. Ternyata biayanya sangat besar untk ukuran mereka. Kami sudah mencoba untuk memperjuangkan mereka agar bisa sekolah. Hanya saja, kalau biayanya sangat tinggi, tidak ada keringan bagi kami sangat sulit,'' tegasnya.

Makanya, dia menyampaikan keluhan tersebut ke DPRD Kota Malang. Harapannya, agar keluhan dan keslitan yang dihadapi anak-anak dri Gakin itu bisa menemukan solusi. Paling tidak, ada keringanan untuk biaya masuk ke SMKN tersebut. Keluhan itu disampaikan ke Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Malang.

Menurut dia, bagi siswa yang hendak masuk ke SMKN memang dikenai biaya. DIa contohkan seperti di SMKN 2 Malang. Tiap calon siswa diminta membayar biaya masuk Rp 2,7 juta. Padahal, mereka berdasarkan hasil seleksi nilai sudah dinyatakan diterima. Namun, jika anak-anak itu tidak membayar biaya masuk, maka kursi yang didapat akan hilang diisi siswa lain.

Begitu juga yang terjadi di SMKN 6 Malang. Siswa yang dinyatakan diterima secara administratif masih harus memanggil orang tuanya untuk wawancara. Isi wawancara itu terkait dengan kemampuan biaya masuk yang harus ditanggung. Biaya yang harus diserahkan orang tua siswa itu minimal Rp 3,5 juta. ''Makanya, kami sangat berharap anggota DPRD bisa memperjuangkan masalah ini,'' pintanya.

Situs Pelaksana Lomba Gambar Nabi Muhammad Dibobol


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Menyusul gelombang penolakan dari umat muslim dalam grup Facebook mengenai lomba karikatur Nabi Muhammad dan diblokirnya jejaring sosial tersebut di beberapa negara Islam, situs pelaksana gerakan "menggambar nabi Muhammad" yang beberapa waktu terakhir ramai diberitakan, saat ini tidak bisa diakses.

Jika diklik, maka situs beralamat http://www.drawmohammed.com/ hanya akan tampil halaman berwarna hitam dengan beberapa tulisan.

Kabar yang beredar di dunia maya, pembobol tersebut berasal dari Turki. Ketika Anda membuka situs tersebut maka yang muncul adalah tulisan Cyber-Warrior TIM For ISLAM dengan lambang bulan dan bintang.

Sebagian kalimat yang ditulis oleh hacker tersebut mengatakan, "Masyarakat islam menghormati nabi Anda dan menyebutnya dengan sebutan suci Nabi Isa A.S. Namun, Anda tetap menghina Nabi dalam agama Islam dengan sebutan menjijikkan dan kartun menghina dengan alasan kebebasan berekspresi".

Atau, tulisan aslinya sebagai berikut : "While All Islam World regard with reverence to your prophet and address him as Hz. ISA A.S ( Christ ) ( putting a holy prefix in front of his name ), You keep abusing, Islam's almighty Prophet with disgusting and disgraceful cartoons using excuses of freedom of speech."

Diakhiri dengan tulisan Muhammad dalam bahasa Arab dan identitas negara Turkish serta beberapa kalimat yang ditulis dalam bahasa Turki.

Namun, anehnya sesaat setelah situs itu terbuka, maka pengunjung akan diperdengarkan potongan lagu dari grup nasyid yang berasal dari Malaysia, Raihan yang berjudul "Syukur".

Tentu saja hal itu menimbulkan penasaran dari para penggiat dunia maya. Sebagian menganggap, jika pembobol tersebut sebenarnya berasal dari Indonesia atau Malaysia dan menggunakan negara Turki untuk menghilangkan jejak.