JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua DPP PDI Perjuangan
(PDI-P) Maruarar Sirait mengaku tidak pernah khawatir kadernya, Joko
Widodo, akan pindah ke partai lain. Hal itu diungkapkan Maruarar
menanggapi isu kemungkinan Jokowi ikut konvensi calon presiden di Partai
Demokrat.
"Jokowi kader PDI Perjuangan yang ideologis dan loyal.
Dia tahu apa yang akan dia lakukan," kata politisi PDI Perjuangan yang
akrab disapa Ara tersebut kepada Kompas.com, Kamis (30/5/2013). "Dia
kader yang matang dan dia punya karakter loyal, bukan oportunis,"
tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Nurhayati
Ali Assegaf menyatakan bahwa Partai Demokrat akan melaksanakan konvensi
untuk menjaring calon presiden dan wakil presiden. Dalam konvensi
tersebut, tidak tertutup kemungkinan juga mengundang Gubernur DKI
Jakarta itu untuk maju.
"Bisa juga, kenapa enggak? Mungkin saja,
kita membuka komunikasi dengan semua," kata Nurhayati, saat ditanya
rencana untuk mengundang Joko Widodo dan berkoalisi dengan PDI-P, di
Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/5/2013).
Pendaftaran peserta
konvensi calon presiden akan dimulai pada Agustus 2013 mendatang. Saat
ini, beberapa persiapan tengah dimatangkan. Pada Juni 2013, Partai
Demokrat akan memulai tahapan dengan mengatur mekanisme peserta
konvensi. Komite konvensi dan panitia seleksi akan dibentuk sebelum
Agustus 2013. Saat ini, tim seleksi tengah dibentuk dan akan diumumkan
pada Juni 2013.
Baik calon internal maupun eksternal diperkenankan
mendaftar sebagai kandidat capres. Partai Demokrat akan menetapkan
kriteria tertentu untuk menjaring setidaknya 15 calon. Setelah itu, akan
ada tahapan kampanye ke daerah-daerah dan dilanjutkan dengan survei.
INILAH TANGGAPAN DEMOKRAT
Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menilai sosok Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo sebagai kader yang taat pada partainya, PDI
Perjuangan. Oleh karena itu, menurutnya, tak mungkin jika Joko Widodo
maju sebagai calon presiden melalui bursa konvensi Partai Demokrat.
"Jokowi (Joko Widodo) orang yang taat sama partainya. Coba dengar statement-nya selalu bilang 'Semua terserah Bu Mega (Ketua Umum PDI Perjuangan)'. Apa mau Bu Mega ngasih dia ke kami? Enggak mungkinlah," kata Sutan, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (28/5/2013).
Ketua
Komisi VII DPR ini menegaskan, Demokrat juga enggan melakukan lobi
politik kepada Jokowi untuk ikut konvesi calon presiden. Menurutnya,
melobi mantan Wali Kota Surakarta untuk maju sebagai capres melalui
konvensi Demokrat merupakan hal yang sia-sia.
"Capek aku lobi yang enggak mungkin. Yang pasti-pasti saja, masih banyak yang lain," ujarnya.
Sebelumnya,
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan,
Demokrat membuka pintu untuk Jokowi. Ia menilai, selain memiliki
elektabilitas tinggi, Jokowi juga memiliki penampilan yang mendukung
untuk menjadi capres.
Sementara itu, di beberapa kesempatan,
Jokowi selalu mengatakan tak ingin maju sebagai capres di 2014 karena
ingin fokus membenahi Ibu Kota. Partai Demokrat memutuskan melakukan
konvensi untuk menjaring kandidat calon presiden.
Saat ini, tim
seleksi tengah dibentuk dan akan diumumkan pada Juni 2013. Baik calon
internal maupun eksternal diperkenankan mendaftar sebagai kandidat
capres. Partai Demokrat akan menetapkan kriteria tertentu untuk
menjaring setidaknya 15 calon. Setelah itu, akan ada tahapan kampanye ke
daerah-daerah dan dilanjutkan dengan survei.
GERINDRA IKUT JUGA
Partai Gerindra melirik Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai kandidat kuat Presiden RI. Ini karena dalam berbagai survei, Jokowi selalu memperoleh elektabilitas yang tinggi. Belum lagi ada dukungan riil dari sejumlah kalangan agar Jokowi maju menjadi calon presiden.
Namun Gerindra
menilai itu semua belum cukup. Politisi PDIP itu masih harus membuktikan
kinerjanya sebagai Gubernur DKI sampai akhir masa kepemimpinannya. Oleh
sebab itu Gerindra berpendapat Jokowi tak pas jika dimajukan dalam Pemilihan Presiden 2014.
“Kalau Jokowi
bisa mempertahankan kinerjanya sebagai Gubernur DKI sampai 4 tahun ke
depan seperti sekarang ini, tidak ada keraguan bagi rakyat untuk
memilihnya menjadi Presiden RI,” kata anggota Dewan Pembina Partai
Gerindra, Martin Hutabarat, Senin 20 Mei 2013.
Keberhasilan Jokowi
menjadi presiden, ujar Martin, sangat ditentukan oleh ketepatan waktu
mencalonkan mantan Wali Kota Solo itu sebagai presiden. Jika Jokowi dicalonkan pada waktu yang tak pas atau terlalu awal, maka ia memprediksi hal itu justru akan merugikan Jokowi karena Jokowi belum bisa menorehkan bukti nyata atas kinerjanya di DKI Jakarta.
“Memimpin
Indonesia tidak sesederhana memimpin Jakarta. Indonesia sangat besar,
sangat luas, dan sangat majemuk. Diperlukan kepemimpinan yang kuat, arif
dan tegas,” kata Martin. Maka Gerindra berpandangan, paling tepat Jokowi menggunakan masa jabatannya sebagai Gubernur DKI sebaik-baiknya untuk menunjukkan bukti nyata atas kepemimpinannya.
“Sesudah Jokowi berhasil memimpin Jakarta empat tahun ke depan ini, Gerindra berencana akan mencalonkan Jokowi pada Pilpres 2019,” ujar Martin.
LONDON, KOMPAS.com — Berita seputar transfer Gareth
Bale kian menarik untuk disimak. Pasalnya, tiga tim Premier League dan
raksasa Liga Perancis siap merusak rencana Real Madrid mendapatkan
gelandang eksplosif Tottenham Hotspur tersebut dengan menawarkan harga
yang jauh lebih fantastis.
Ya, juara Ligue 1 Paris Saint-Germain
dan juara Premier League Manchester United, serta dua rivalnya di Liga
Inggris, Manchester City dan Chelsea, dikabarkan ikut meramaikan
perburuan winger asal Wales tersebut pada bursa transfer musim
panas ini. Bahkan, empat klub tersebut memberikan penawaran senilai 90
juta euro (sekitar Rp 1,151 triliun/kurs 1 euro: Rp 12.793).
Jumlah
yang ditawarkan kuartet tersebut jauh lebih tinggi dari penawaran El
Real, yang "hanya" 70 juta euro (sekitar Rp 895,301 miliar). Hal
tersebut tentu saja memaksa Madrid menaikkan tawarannya, minimal seperti
yang diajukan empat pesaingnya itu, yang berpotensi menjadikan Bale
menyamai rekor pembelian Cristiano Ronaldo oleh Madrid pada 2009.
Bale
pantas dihargai dengan nilai yang fantastis tersebut. Performanya
bersama Spurs pada musim ini sangat memukau karena, meskipun gagal
membawa timnya meraih tiket Liga Champions, Bale kerap menjadi
inspirator kesuksesan timnya sehingga finis di posisi kelima dan dia
menempati posisi ketiga daftar top scorer Premier League dengan torehan 21 gol, terpaut lima dari striker MU, Robin van Persie.
Atas
semua prestasinya tersebut, pemain berusia 24 tahun ini mendapat
ganjaran empat penghargaan. Selain sebagai Pemain Terbaik Premier
League, Bale lebih dulu dinobatkan sebagai PFA Player, Young Player of
the Year, serta Football Writers' Association Footballer of the Year.
Mito A355 siap diluncurkan oleh produsen smartphone lokal, Mito. Mengusung prosesor quad-core dengan kamera resolusi 8 megapiksel, berapa harga Mito A355 nantinya?
Smartphone dengan prosesor quad-core dengan harga murah di Tanah Air mulai marak, sebut saja Himax Pure II dan K-Touch Lotus II yang dibanderol dengan harga di bawah dua juta.
Sampai saat artikel ini ditulis, smartphone Mito A355 ini belum meluncur dipasaran. Desain smartphone Mito A355 ini terlihat biasa saja, sama dengan smartphone Android kebanyakan yang dilengkapi dengan tiga buah tombol touch-sensitive di bawah layar.
Smartphone Mito A355 ini datang dengan layar berukuran cukup besar, yakni 5,3 inci touchscreen berjenis kapasitif. Sayangnya, belum diketahui resolusi yang digunakan oleh Mito A355. Mengingat ukuran layarnya yang besar, Mito A355 ini lebih cocok disebut dengan phablet ketimbang smartphone.
Sektor dapur pacu, Mito A355 ini memang belum diketahui chipset apa yang digunakan, tetapi kemungkinan sama dengan yang dipakai oleh Himax Pure II, yakni ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon MSM8225Q yang mengusung prosesor quad-core ARM Cortex-A5 yang dipadukan dengan pengolah grafis dari Adreno 203.
Sayangnya, spesifikasi gahar Mito A355 ini hanya dikombinasikan dengan memori RAM yang terbilang pas-pasan untuk saat ini, yakni 512MB. Smartphone Mito A355 ini menggunakan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean.
Sepertiyang dilansir dari pelbagai sumber, smartphone Mito A355 ini telah mendukung fitur dual SIM, WiFi, dan 3G HSDPA. Mito A355 dibekali kamera belakang dengan resolusi 8 megapiksel dan kamera depan dengan resolusi 1,3 megapiksel.
Sampai saat ini belum diketahui harga Mito A355, tetapi diperkirakan harga smartphone ini sekitar Rp 1,3 juta -1,5 juta.
Patung tersebut rencananya akan ditenggelamkan ke dasar kolam lumpur tak jauh dari lokasi demo. Hal itu sebagai bentuk kekecewaan warga atas pemilik perusahaan gas PT Lapindo Brantas yang menyebabkan semburan lumpur Sidoarjo sejak tujuh tahun lalu dan tak tuntas sampai saat ini.
Patung berbahan kertas berukuran sekitar 5 meter itu didesain memakai jas warna kuning, memakai kacamata, dan membawa tas berisi uang. ''Patung ini agar mata dunia tahu, Aburizal Bakrie inilah yang membuat kerusakan di Sidoarjo,'' kata Gugun Muhammad dari Urban Poor Konsorsium, LSM pendamping warga korban lumpur Sidoarjo.
Gugun mengaku heran, tujuh tahun berjalan, Aburizal Bakrie seperti tidak terganggu dengan jeritan korban lumpur yang sampai saat ini belum terbayar beserta dampak lingkungannya. ''Dia justru akan mencalonkan diri sebagai presiden tahun depan dari Partai Golkar,'' ujarnya.
Selain membawa patung raksasa, aksi memperingati tujuh tahun lumpur Sidoarjo di bibir kolam Desa Mindi, Kecamatan Porong, juga diramaikan dengan munculnya boneka jalangkung berkostum kaus sejumlah partai. Hal itu, kata Gugun, sebagai bentuk sindiran bahwa selama ini banyak parpol yang menjadikan korban lumpur sebagai komoditas politik.
Tragedi lumpur Sidoarjo terjadi 29 Mei, tujuh tahun lalu. Lumpur dari dalam perut bumi menggenangi belasan desa di Kecamatan Porong, Sidoarjo. Ribuan keluarga mengungsi dan terpaksa meninggalkan komunitas sosial yang terbangun sejak puluhan tahun.
SUMBER
Namun, Helena harus tegar menerima kenyataan bahwa dirinya dinyatakan tidak lulus masuk Universitas Indonesia (UI) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Ketika itu dirinya memilih dua kategori jurusan di UI yakni Fakultas Kedokteran dan Akuntansi serta Fakultas Kedokteran USU. " Jujur pastinya kecewa melihat kenyataan ini," akunya ketika di hubungi Sumut Pos (Grup JPNN), Selasa sore (28/5).
Dirinya sama sekali tidak mengetahui alasan dirinya gagal dalam program studi yang dipilihnya melalui jalur SNMPTN. Padahal selain meriah prestasi terbaik dengan meraih peringkat kedua nasional, Helena juga selalu meraih juara umum di sekolahnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan, saat ini dirinya telah mengirimkan surat elektronik (email) kepada panitia pusat SNMPTN terkait ketidaklulusannya. "Saya sudah mengirimkan email ke Panitia SNMPTN, dan memberikan penjelasan mengapa saya tidak lulus," katanya.
Helena kini tidak mau berkecil hati dan akan tetap terus berusaha agar dapat lulus di UI melalui SBMPTN atau jalur tertulis. " Saya yakin bisa lulus di Fakultas Kedokteran UI melalui jalur tertulis," bebernya.
Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Kepala Methodist 2 Medan Bob Saragih. Dirinya terkejut Helena tidak masuk satu pun program studi yang dipilihnya. Padahal, secara prestasi unggul dibandingkan siswa lainnya. "Kita juga tidak tahu kenapa tidak masuk. Kita tidak bisa berbuat apa-apa, karana itu keputusan panitia pusat," jelasnya.
Sementara itu Kepala Sekolah SMA Methodis 2 Medan, Pdt Paulus Subyanto ketika di konfirmasi mengaku terkejut Helena tidak bisa lulus melalui jalur di semua program studi yang dipilihnya melalui jalut SNMPTN. " Saya pastikan pihak sekolah mengirimkan nilai helena yang sebenarnya kepada panitian SNMPTN," paparnya.
Paulus menambahkan, ada salah seorang siswa yang peringkatnya jauh di bawah helena bisa berhasil lulus di Fakultas Kedokteran USU, namun dirinya enggan berspekulasi lebih jauh mengapa hal tersebut dapat terjadi.
Melihat kemampuan Helena, lanjutnya, dapat lulus melalui jalur tertulis di Fakultas Kedokteran UI, untuk itu dirinya menghimbau kepada siswinya itu agar tidak putus asa dan terus mau berusaha. "Walaupun persaingan di UI berat, tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini asal mau berusaha," lanjutnya.
Sementara Pembantu Rektor I USU yang juga Ketua Panitia Lokal SNMPTN Zulkifli Nasution menyatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan dalam proses seleksi SNMPTN jalur undangan tersebut. Untuk itu, dirinya tidak bisa menjawab mengapa Helena tidak bisa lulus.
"Ya, tak tahulah aku itu, tanyalah UI sana mengapa tak lulus, bukan aku yang memutuskan," ucapnya.
Terpisah, Panitia Lokal (Panlok) SNMPTN USU Prof Dr Zulkifli menyatakan, kemungkinan ketidaklulusan itu dikarenakan pola pemilihan program studinya tidak tepat serta kalah bersaing dengan peserta lain yang datang dari seluruh penjuru Indonesia sertapilihan kedua dan ketiganya sudah penuh terisi siswa lainnya.
Zulkilfli menambahkan, kemungkinan besar Helena bisa lulus di FK USU, jika dijadikan pilihan I dalam mendaftar. "Jadi, hati hatilah memilih pilihan program studi itu. Kadang-kadang kalau tidak pas, bisa tak lulus juga," jelasnya.
Berdasarkan data yang disampaikan, USU menerima 3.750 calon mahasiswa baru di 47 program studi. Selain itu, seluruh data kelulusan SNMPTN tersebut sudah final. "Tidak ada yang berubah lagi itu, sudah final semuanya. Sudah masuk semua datanya di website tinggal dilihat masing-masing siswa saja," ungkapnya. (mag-8)
SUMBER
"Masyarakat itu sudah begitu sinismenya ke partai politik karena menjadikan partai politik jadi lahan subur feodalisme. Jadi akar feodalisme itu yang harus dibongkar. Satu-satunya partai politik yang sanggup menghapus feodalisme itu adalah PKI," kata Hajriyanto Y Thohari, dalam Dialog Pilar Negara bertema "Mengatasi Apatisme Publik Terhadap Partai Politik", di gedung Nusantara IV, komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (27/5).
Slogan sama rata dan sama rasa yang diusung komunis lanjutnya,terbukti efektif menghabisi feodalisme sebagai pintu masuk untuk korupsi. "Kita harus ambil cara-cara PKI dalam menghabisi feodalisme sebagai sumber korupsi ini," saran politisi Partai Golkar itu.
Semua anak bangsa, kata dia, mestinya mendesak semua parpol menumbuhkan sikap egaliter baik di internalnya maupun eksternalnya.
"Kenapa itu saya dorong? Karena parpol kita belum punya garis yang kuat untuk membangun egaliterian.
Hanya dengan kultur egaliter itulah feodalisme yang memicu korupsi itu, kata dia, bisa diredam sehingga sikap sinisme masyarakat juga berkurang. (fas/jpnn)
"Gambaran pelatihannya ya sekitar satu bulan. Nanti dasar-dasar menembak diajarkan, baik pistol maupun laras panjang," ujar Staf Ahli Bidang Keamanan Menhan Mayjen Hartind Asrin, Selasa (28/5).
PNS dan karyawan swasta akan menjadi prioritas perekrutan komponen cadangan. Mereka akan dilatih secara khusus oleh instruktur dari TNI. "Setelah lulus akan ditempatkan di satuan-satuan militer. Sesuai matra, ada yang darat , laut atau udara," kata mantan atase pertahanan KBRI Malaysia itu.
Hartind menjelaskan, di negara-negara maju dan demokratis pelibatan sipil untuk latihan bela negara sering dilakukan. "Di Malaysia bahkan mereka dikontrak setelah lulus pelatihan. Ada yang tiga tahun, bahkan lima tahun dan bisa diperpanjang," katanya.
Mantan Kapuskompublik Kemhan itu optimistis RUU Komponen Cadangan akan disetujui. "Sekarang ini memang tahapnya sosialisasi. Tim Kemhan sedang keliling dan dialog dengan universitas-universitas di seluruh Indonesia," katanya. (rdl/agm)
JAKARTA, KOMPAS.com - Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD Koja,
Jakarta Utara, siang itu dipenuhi pasien. Mereka adalah warga miskin ibu
kota pemegang Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang ingin mendapatkan layanan
kesehatan.
Setiap hari, ada sekitar 150 orang pasien KJS antre
untuk mendapatkan ruang rawat inap di rumah sakit tersebut. Terbatasnya
jumlah tempat tidur membuat mereka dirawat berdesakan, ada yang terpaksa
dirawat di atas meja hingga di kursi ruang pelayanan IGD.
Sejumlah
Rumah sakit di ibu kota juga menerima kenyataan yang sama. Para pasien
KJS membludak dibanding sebelum penerapan KJS. Menunjukkan betapa mereka
ternyata sangat membutuhkan layanan kesehatan yang terjangkau.
Meskipun
banyak program jaminan dan layanan kesehatan gratis dan terjangkau yang
diluncurkan pemerintah untuk masyarakat miskin, namun faktanya di
lapangan terlihat bahwa para penerima program tersebut tetap saja
tersisih dan terpinggirkan. Pelayanan kesehatan utama tetap diberikan
kepada mereka yang berduit. FIA
Black cumin is a spice derived from Southern Europe, North Africa, and South Asia.
Grains of black seeds that have been known for thousands of years and is widely used by people to treat various diseases.
"In general, after consuming cumin, the body will sweat. This is a normal reaction, because the toxins also come out through the sweat glands," explains Dr. Mochtar Wijayakusuma of The Hembing Center.
With nutrition, essential oils and fatty acids in it, the main composition of black cumin consist of protein, carbohydrates and fats.
Currently for easy consumption, cumin packaged in capsules, powder or liquid, which is often used as a daily supplement to boost immunity against viruses, germs and bacteria ..
Black cumin is also efficacious to prevent the risk of contracting cancer cells. Based on the research, also known as black cumin BRM (biological response modifier) which shows that the seeds are toxin extract against cancer cells.
This spice contribute to improve brain function. With the content of linoleic acid (omega 6) and linolenic acid (omega 3), black cumin is nutrition for the brain cells and brain cells that relativity is not senile.
"Plus, it helps to overcome sleep disorders and stress, as well as serve as an antihistamine and anti-allergy," said Dr.. Mochtar, the son of the late maestro Indonesian herbal, Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma. (ins)
Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana menilai sosok Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo sebagai kader yang taat pada partainya, PDI
Perjuangan. Oleh karena itu, menurutnya, tak mungkin jika Joko Widodo
maju sebagai calon presiden melalui bursa konvensi Partai Demokrat.
"Jokowi (Joko Widodo) orang yang taat sama partainya. Coba dengar statement-nya selalu bilang 'Semua terserah Bu Mega (Ketua Umum PDI Perjuangan)'. Apa mau Bu Mega ngasih dia ke kami? Enggak mungkinlah," kata Sutan, di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (28/5/2013).
Ketua
Komisi VII DPR ini menegaskan, Demokrat juga enggan melakukan lobi
politik kepada Jokowi untuk ikut konvesi calon presiden. Menurutnya,
melobi mantan Wali Kota Surakarta untuk maju sebagai capres melalui
konvensi Demokrat merupakan hal yang sia-sia.
"Capek aku lobi yang enggak mungkin. Yang pasti-pasti saja, masih banyak yang lain," ujarnya.
Sebelumnya,
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan,
Demokrat membuka pintu untuk Jokowi. Ia menilai, selain memiliki
elektabilitas tinggi, Jokowi juga memiliki penampilan yang mendukung
untuk menjadi capres.
Sementara itu, di beberapa kesempatan,
Jokowi selalu mengatakan tak ingin maju sebagai capres di 2014 karena
ingin fokus membenahi Ibu Kota. Partai Demokrat memutuskan melakukan
konvensi untuk menjaring kandidat calon presiden.
Saat ini, tim
seleksi tengah dibentuk dan akan diumumkan pada Juni 2013. Baik calon
internal maupun eksternal diperkenankan mendaftar sebagai kandidat
capres. Partai Demokrat akan menetapkan kriteria tertentu untuk
menjaring setidaknya 15 calon. Setelah itu, akan ada tahapan kampanye ke
daerah-daerah dan dilanjutkan dengan survei.
sumber
inilah no penipuan indosat poin plus yang mengabarkan anda menang toyota avanza
Kasus ini berawal dari tweet Farhat Abbas yang menghubungkan tentang prosesi jual beli plat nomor di Kepolisian, dan sosok Ahok sebagai orang China. Farhat pun mengaku kaget ditetapkan sebagai tersangka. Demikian terkait kasus ini, pengacara tersebut mengaku sudah meminta maaf kepada Ahok dan Anton Medan.
"Saya gak menyangka kalau mengatakan Ahok China, saya harus dijadikan tersangka dan diproses hukum. Dan saya sudah minta maaf, ini catatan penting, Ahok dan kemudian kepada Anton Medan juga," ucapnya. (kpl/sjw)
sumber
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPRD mengancam
pemakzulan terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Namun, rupanya
masyarakat tidak rela Gubernur yang dipilih oleh warga tersebut diancam.
Beberapa kelompok masyarakat pun balik membalas. Mereka berencana
menyebarkan foto-foto 32 orang anggota DPRD yang mendukung pemakzulan
Jokowi.
Demikian disampaikan perwakilan Forum Komunikasi Jakarta
Baru dan lembaga sosial kemasyarakatan Halo Jakarta saat aksi unjuk rasa
mereka di Bundaran HI pada Minggu (26/5/2013) pagi.
"Kami akan
menyebarkan foto-foto anggota yang mengancam Jokowi biar rakyat tahu
bahwa inilah orang-orang yang tidak prorakyat. Kami yakin rencana
pemakzulan hanya karena politisasi, padahal tidak pernah bawa-bawa
partai. Jokowi bukan karena partai tapi figur. Jadi hendaknya janganlah
kekurangan program KJS dipolitisasi," kata Panji Virgianto, salah
seorang anggota Halo Jakarta.
Panji menyatakan, program KJS memang
memiliki kelemahan dan DPRD memiliki hak interpelasi. Namun, sebaiknya
hak interpelasi dilakukan untuk melakukan koreksi dan memperbaiki,
bukannya dipakai untuk mempolitisasi dan mengancam.
"Jangan
menilai program itu lemahnya saja, kalau ada kekurangan wajar. Tugas
DPRD untuk mengoreksi dan memperbaiki, bukan mempolitisasi. Jadi kami
bukan mengancam DPRD, tapi mengingatkan agar mereka menempatkan tugas
sesuai fungsinya," jelas Panji.
Adapun 32 orang anggota DPRD DKI
yang fotonya akan disebar terdiri dari 20 orang dari Fraksi Partai
Demokrat, 2 orang dari Fraksi PAN, 1 orang dari Fraksi Partai Golkar, 5
orang dari Fraksi Partai Hanura, dan 4 orang dari Fraksi PPP.
Seperti
diberitakan, mayoritas anggota DPRD DKI Jakarta mengancam akan mencopot
Jokowi karena dianggap kurang mampu menuntaskan masalah kekisruhan
sistem pembayaran Kartu Jakarta Sehat.
Anggota DPRD akan
menggunakan hak interpelasi karena masalah KJS dan 16 rumah sakit yang
keberatan mengikuti program tersebut. Pemerintah Provinsi DKI dinilai
terlalu terburu-buru dalam memberlakukan KJS yang sistemnya belum
matang. Apalagi, peluncuran KJS tidak tertulis dalam anggaran tahun 2012
saat KJS diluncurkan.
KOMPAS.com - Maret 2011, Direktur Utama PT Inovasi
Teknologi Indonesia (ITI) Sukotjo S Bambang dipanggil menghadap staf
Korlantas Polri bernama Ni Nyoman Suartini dan Heru.
”Bos,
kasihan Pak Waka (Wakil Kepala Korps Lalu Lintas saat itu dijabat
Brigjen (Pol) Didik Purnomo). Budi Susanto enggak pernah perhatikan
Waka,” kata staf Korlantas itu.
Sukotjo yang jadi subkontraktor
pekerjaan pengadaan simulator berkendara untuk ujian mendapatkan surat
izin mengemudi di Korlantas berlagak bodoh dengan bertanya apa maksud
memperhatikan.
”Ya berikan danalah, kaliber 50 atau kaliber 100,” kata staf Korlantas.
Tiga
hari kemudian, Jumat, Sukotjo datang membawa oleh-oleh dari Bandung.
”Sudah ada barangnya,” kata Sukotjo. ”Kaliber berapa yang dibawa,”
tanya staf Korlantas. ”Kaliber 50,” kata Sukotjo. ”Bagaimana
kemasannya?” kata staf Korlantas. ”Biasa, oleh-oleh Bandung. Brownies,”
kata Sukotjo.
Brownies itu, menurut Sukotjo, dibawa staf bernama
Indra ke ruangan Pak Waka. Majelis hakim yang diketuai Suhartoyo dalam
sidang dengan terdakwa Irjen Djoko Susilo pada Jumat (24/5) tampak
terpana mendengar kisah Sukotjo.
”Apa maksudnya kaliber 50 dan
kaliber 100,” tanya Suhartoyo. Sukotjo menjelaskan, itu maksudnya Rp 50
juta atau Rp 100 juta, uang kemudian disamarkan dalam bungkusan kue
brownies, oleh-oleh khas Bandung, tempat PT ITI berada.
Sukotjo
mengatakan, uang itu diberikan kepada Didik sebagai Wakil Korlantas
untuk memuluskan komunikasi dirinya dengan Korlantas. Di ruangan Didik,
Sukotjo lalu menyerahkan oleh-oleh sambil melaporkan masalah simulator
berkendara 2009 dan teknis soal simulator berkendara 2011.
Selain
bersandi kaliber dan kue brownies, Sukotjo juga pernah dengan tangkas
menangkap sandi permintaan uang dari staf bagian Perencanaan dan
Administrasi Korlantas Polri, Ajun Komisaris Ni Nyoman Suartini. Dalam
penyiapan dokumen, Sukotjo sering bekerja dengannya.
”Sudah capek
Bos, malam Minggu nih, butuh tambah darah,” kata Sukotjo, menirukan
perkataan Nyoman. ”Tambah darah” merupakan sandi untuk permintaan uang.
Jika sudah begitu, Sukotjo akan memberikan uang rata-rata Rp 10 juta.
”Apa dibagi ke temannya?” kata hakim Martinus. ”Saya tak tahu,” jawab
Sukotjo.
Aliran dana
Pada 13 Januari 2011,
Sukotjo mengaku menyerahkan uang Rp 8 miliar ke Primkoppol yang
katanya untuk proyek tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB). Uang itu
atas permintaan Budi Susanto, Direktur PT Citra Mandiri Metalindo
Abadi, mitra bisnisnya. Lalu ia menyerahkan Rp 2 miliar secara tunai
untuk Djoko Susilo dan Rp 2 miliar untuk Budi. Untuk Djoko, uang
diterima Erna, sekretaris pribadinya. Untuk Budi diterima langsung yang
bersangkutan.
”Pada 14 Januari 2011, saya juga diminta transfer
ke Primkoppol Rp 7 miliar,” kata Sukotjo. Permintaan uang itu
disampaikan Ketua Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Ajun Komisaris Besar
Teddy Rusmawan kepada Budi saat studi banding di Singapore Driving
Safety Center. Menurut dia, Teddy bilang Djoko yang meminta uang itu.
”Saya
ada di situ. Saya dengar permintaan itu, lalu Budi Susanto minta saya
transfer Rp 7 miliar saat itu juga,” kata Sukotjo. Akhirnya, Sukotjo
menghubungi bendaharanya, Vivi, agar mentransfer Rp 7 miliar ke
Primkoppol. Pada 17 Januari 2011, kembali Budi Susanto minta Sukotjo
mentransfer pegawainya Rp 1 miliar. Dana terus mengalir ke mana-mana.
Jauh
sebelumnya, Oktober 2010, ketika proyek masih direncanakan, Sukotjo
juga sudah memberikan uang Rp 50 juta kepada staf bernama Darsian,
bagian keuangan Mabes Polri untuk mengetahui dana yang dialokasikan ke
Korlantas untuk proyek simulator berkendara.
Dalam menyiapkan
lelang pun, ”tambah darah” terus disuntikkan untuk mencari
perusahaan-perusahaan pendamping. Sukotjo memberi Rp 70 juta kepada
Jumadi yang dimintai bantuan menyiapkan perusahaan-perusahaan
pendamping.
Semua ”tambah darah” lebih dari Rp 32 miliar itu
berakhir tragis. Proyek tak bisa diselesaikan, perusahaan Sukotjo
”dirampas” dan para pelakunya kini diseret ke Pengadilan Tipikor.
Driving
simulator yang diharapkan bisa dimainkan indah berakhir menyakitkan
bagi semua pihak. Belum jelas betul penyebabnya karena saksi kunci, Budi
Susanto, belum memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan di
persidangan. Kita tunggu kedatangan Budi Susanto. (Amir Sodikin)
sumber







