
Bayern Munich mengukuhkan keunggulan atas tuan rumah Barcelona setelah menang besar 3-0 pada leg kedua semi-final Liga Champions, Rabu (1/5) malam.
Kemenangan itu meloloskan Bayern ke final di Wembley untuk bertemu sesama tim Jerman, Borussia Dortmund yang sehari sebelumnya menyingkirkan Real Madrid. Tiket final kian bermakna karena Bayern sukses menaklukkan Barcelona dengan keunggulan agregat tak terbantahkan, 7-0!
Sebenarnya Barcelona berharap sebuah aksi "remontada" yang luar biasa. Belum ada tim dalam sejarah Liga Champions yang mampu membalikkan defisit agregat empat gol menjadi sebuah kemenangan. Selain Sergio Busquets dan Eric Abidal yang terpaksa absen akibat cedera, Barcelona juga harus menyimpan Lionel Messi di bangku cadangan karena sang bintang tidak merasa 100 persen fit tampil. Di kubu Bayern, striker Mario Mandzukic kembali menjadi andalan lini depan.
Babak Pertama
Tidak banyak peluang bersih yang memaksa kedua kiper melakukan penyelamatan berarti sepanjang babak pertama. Bayern mengancam melalui pergerakan Arjen Robben yang lolos dari perangkap off-side. Saat berada di dalam kotak penalti, Adriano berhasil menyusul dan menetralisir ancaman tersebut. Robben kembali menghadirkan ancaman ketika umpan terobosannya mencapai Bastian Schweinsteiger. Dengan tumit Basti mengarahkan bola kepada Philipp Lahm di belakangnya. Kali ini tekel Gerard Pique yang mematahkan ancaman itu.
Sulit menembus rapatnya pertahanan Bayern yang dikawal duet Daniel van Buyten dan Jerome Boateng, Pedro Rodriguez melepaskan tembakan jarak jauh yang ditepis Manuel Neuer ke atas mistar. Beberapa menit kemudian, umpan dada Cesc Fabregas disambut tendangan voli kaki kiri Xavi Hernandez. Upaya sang kapten melayang ke atas mistar.
Pertandingan tetap berjalan menarik karena kedua tim berjuang memanfaatkan setiap jengkal lapangan. Barisan pertahanan Barcelona dengan berani meladeni serangan Bayern secara fisik. Para pemain Bayern juga kerap melepas penguasaan bola dengan memberikan operan-operan yang salah atau melakukan pelanggaran tak perlu.
Upaya tuan rumah sepanjang sepuluh menit terakhir babak perama mengurung pertahanan Bayern tetap tak membuahkan hasil. Kelihatan jelas Barcelona masih membutuhkan figur Messi sebagai pendobrak pertahanan lawan. Skor tanpa gol dibawa ke ruang ganti.
Babak Kedua
Pertandingan praktis selesai saat babak kedua baru berjalan empat menit. Umpan panjang David Alaba mencapai Robben. Sekali gerak, sayap internasional Belanda itu menemukan sudut kegemarannya dan membidik tiang jauh. Bola melesak menggetarkan jala gawang Victor Valdes. Kini Barcelona harus mengejar enam gol.
Bayern tetap mengatur ritme permainan meski sudah unggul. Sementara, moral Barcelona mulai menurun. Apalagi Tito Vilanova justru menarik keluar Xavi dan Andres Iniesta untuk digantikan dengan Thiago Alcantara dan Alexis Sanchez. Secara statistik penampilan dua motor lini tengah Barcelona itu memang tidak terlalu baik.
Bayern juga melakukan pergantian pemain, seperti Schweinsteiger dan Martinez, dengan alasan menjaga kebugaran dan kemungkinan sanksi akumulasi kartu. Menit 72, tim tamu mampu menggandakan keunggulan. Pergerakan dari sayap kanan diakhiri Ribery dengan umpan menyilang. Bola menghantam lutut Pique dan malah meluncur ke dalam gawang sendiri.
Selesai sudah, Barcelona. Tetapi, Bayern merasa belum cukup. Setelah sempat dikejutkan dengan sundulan David Villa yang membentur sisi luar tiang gawang, Bayern melesakkan gol tambahan pada menit ke-76. Umpan silang Ribery diteruskan dengan sundulan Muller di tiang jauh tanpa bisa dicegah Marc Bartra dan Adriano.
Aktivitas papan pencatat skor terhenti hingga di situ. Barcelona tetap tak mampu menaklukkan Neuer, sedangkan upaya Bayern menyamai skor kemenangan di leg pertama tidak berhasil. Kemenangan Bayern dengan skor agregat 7-0 ini merupakan rekor terbesar sepanjang sejarah semi-final Liga Champions.
Barcelona Victor Valdes; Gerard Pique, Marc Bartra, Dani Alves, Adriano; Alex Song, Xavi, Andres Iniesta; Cesc Fabregas, Pedro Rodriguez, David Villa.
Bayern Manuel Neuer; Jerome Boateng, Daniel van Buyten, Philipp Lahm, David Alaba; Javi Martinez, Bastian Schweinsteiger; Franck Ribery, Thomas Muller, Arjen Robben; Mario Mandzukic.
SUMBER GOAL.COM
Jakarta - Ustad Jeffry mengalami kecelakaan motor di depan rumah yang beralamatkan di Jalan Gedung Hijau Raya No.17, Pondok Indah, Jakarta Selatan sekitar pukul 01.00 WIB, Jumat (26/4/2013) dini hari. Moge Kawasaki E650 B 3590 SGQ milik Uje pun hancur.
Dari foto yang diambil detikHOT di lokasi kejadian, motor berwarna hijau itu tampak rusak berat pada bagian depan. Bahkan bagian stang dan lampu motor tersebut sudah tak karuan lagi bentuknya.
Saat kecelakaan Uje sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI). Namun sayang, nyawanya tak tertolong.
"Dia sempat dibawa ke RSPI, tapi kemudian meninggal," terang salah satu sahabat Uje, Habib Mahdi kepada detikHOT.
Uje meninggal dunia karena kecelakaan motor di kawasan Pondok Indah. Dari keterangan TMC Polda Metro Jaya di aku Twitter-nya, Uje menabrak pohon palem di kawasan tersebut.
Selama ini Uje memang diketahui gemar menunggangi moge. Dalam berbagai kesempatan, pria yang dijuluki ustad gaul itu kerap membawa motor jenis Harley Davidson.
Saat ini jenazah juga sedang berada di rumah duka di kawasan Rempoa, Tangerang Selatan.
http://hot.detik.com/read/2013/04/26/045105/2230900/230/ini-foto-moge-kawasaki-e650-ustad-jeffry-usai-kecelakaan
Cara Mengetahui KeyWord ( Kata Kunci ) yang Paling Banyak Dicari di Google - Penentuan keyword yang tepat pada sebuah website merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan sebuah website. Untuk itu dibutuhkan sebuah tool untuk mengetahui kata kunci yang paling banyak dicari oleh suffer, yaitu Google Insights for Search. Dengan Google Insights for Search. (Google Wawasan untuk Penelusuran) dapat membantu Anda menemukan kata kunci dari semua hasil pencarian di seluruh Dunia yang telah terdaftar ke mesin pencarian google seperti hasil pencarian web, gambar, berita, dan produk. Kita juga dapat mengetahui kata kunci berdasarkan Lokasi, rentang waktu, dan juga kategori. Hasil pencarian yang terlihat akan menunjukkan tingkat grafik dari kata kunci yang dicari atau yang sedang populer di mesin pencari google.
Mungkin Cukup mudah untuk men-seting dan meng-konfigurasi router dengan modem ADSL, tinggal mengikuti panduan yang ada di dalam buku manualnya, sudah cukup senang untuk digunakan akses ke internet. Setelah menghubungkan Modem , TP-Link router, Notebook/PC dalam kondisi OFF, seperti gambar berikut: Ada dua cara untuk melakukan setting router TP-Link : Menggunakan CD Aplikasinya Melalui Halaman WEB / WEB browser. Disini kita akan bahaskan dengan cara yang paling umum dipergunakan, yaitu dengan WEB browser. Untuk biasa setting routernya, sebelumnya kita harus menyamakan segmentasi IP Address Notebook/PC yang akan kita pergunakan untuk mensetting dengan segment IP default Router (untuk TP-Link sebagian besar IP defaulnya adalah 192.168.1.1), jadi IP Notebook/PC kita set 192.168.1.69 (IP Address tidak boleh sama dengan Device yang akan di setting). Melalui halaman web, Ketikan IP default Router di Web Browser, 192.168.1.1. Masukkan default username & password router, username: admin, password: admin Setelah masuk di web Administrasi router TP-Link, disarankan untuk mengganti IP default router/TP-Linknya, karena pada umumnya modem ADSL menggunakan default IP yaitu 192.168.1.1 . Masuk ke menu: Network > LAN ganti IP Address TP-Linknya, Disarankan untuk merubah dengan segmentasi IP yang berbeda, menjadi: 192.168.2.1 dan Subnet Mask: 255.255.255.0. Save. Disarankan juga untuk mengganti password defaultnya dengan cara memilih menu: System Tools -> Password selain ada pilihan mengganti password, juga ada disarankan untuk mengubah username defaultnya. Restart TP-Link dengan memilih menu: System Tools -> Reboot Tunggu beberapa saat, dan untuk masuk ke halaman web admin router/TP-Link nya, gunakan IP yang baru: 192.168.2.1 dan masukan username & password yang baru Setelah masuk ke halaman administrator, pilih menu: Quick Setup dan ikuti langkah selanjutnya (klik tombol NEXT) Pada saat Choose WAN Connection Type, pilih Dynamic IP; klik tombol NEXT Pada halaman Wireless: Wireless Radio: Enable SSID: isi dengan nama ID yang akan di broadcast pada saat signal WiFi di pancarkan Region: Indonesia Channel: Disesuaikan, pastikan menggunakan Channel yang belum di pergunakan. Mode: 54Mbps (802.11g) Next Finish Selanjutnya, setting Gateaway & DNS nya kita sesuaikan dengan setting ADSL Modem, masuk ke menu: Network -> WAN Klik Renew pada bagian Gateaway, dan isi dengan IP Modem: 192.168.1.1 Pilih/checklist bagian Use These DNS Server Primary DNS: 203.130.196.5 Secondary DNS: 202.134.0.155 Save Selanjutnya, setting untuk security routernya, agar tidak bisa digunakan oleh siap saja dengan memilih menu Wireless -> Wireless Setting, Beberapa setting sudah dipilih sesuai dengan setting sebelumnya. Pilih/Klik Enable Wireless Security Security Type: WEP Security Option: Automatic WEP Key Format: Hexadecimal Key1: 1234567890 (bisa diganti); Key Type: 64bit Save Sampai tahap ini, router sudah bisa digunakan, namun untuk lebih memastikan, ada beberapa hal yang bisa disetting terlebih dahulu sebelum router nya di REBOOT Setting range IP Client DHCP pada TP-Link nya dengan memilih menu: DHCP -> DHCP Setting, isi range IP sesuai dengan yang dikehendaki, misal: Start IP Address: 192.168.2.100 & End IP Address: 192.168.2.199, klik SAVE Cek juga setting Time dengan memilih menu: System Tools -> Time sesuaikan dengan timezone dan waktu anda, klik SAVE Reboot router TP-Link dengan memilih menu: System Tools -> Reboot Router TP-Link anda siap digunakan. Cabut kabel LAN dari laptop/PC dan aktifkan WiFi nya, coba untuk search WiFi (SSID) router dan masukkan WEP yang telah di set pada saat melakukan koneksi ke router. Selamat Mencoba.
Menyetting access point pada dasarnya mudah, karena setiap kita membeli produk access point baru disertakan panduan yaitu buku manual atau user guide. Dengan menggunakan fasilitas Quick Settup saja, tanpa butuh waktu lama untuk menyeting sebuah access point. Sebagai contoh kita akan menyetting sebuah access point TP-Link TL-WR841N baru untuk disambungkan dengan modem ADSL dengan alamat IP 192.168.1.1. Sebelumnya kita bisa sambungkan access point dengan kabel LAN atau wireless LAN di komputer kita, berikut ini langkah-langkahnya; Untuk mengakses konfigurasi acces point ini, buka browser dan ketik default address-nya yaitu 192.168.1.1 Lalu masukan username: admin password: admin Setelah berhasil masuk ke halaman konfigurasi, klik Quick Settup; Klik Next, kemudian akan tampil halaman WAN Connection Type; Access point ini mendukung fungsi-fungsi tipe koneksi yaitu Auto-Detect, PPPoE, Dynamic IP dan Static IP. Jika modem yang akan disambungkan dengan access point ini sudah disetting PPPoE, kita bisa memilih tipe koneksi Dynamic IP, lalu klik Next; Ganti SSID dengan nama yang kita inginkan, misalnya XXX_HotSpot. Untuk keamanan wirelessnya pilih opsi WPA-PSK?WPA2-PSK, lalu isi PSK (Pre Shared Key) dengan password yang kita inginkan, biasanya minimal 8 sampai 64 karakter. Klik Next, akan tampil halaman Finish; Klik Finish, maka selesailah setting untuk access point, Klik Reboot; Gambar konfigurasi/instalasi perangkat-perangkat yang tersambung ke access point.
Cukup mudah untuk men-seting dan meng-konfigurasi router ini dengan modem speedy, tinggal mengikuti panduan yang ada di dalam buku manualnya, sudah cukup untuk bisa digunakan akses ke internet.
Setelah menghubungkan modem + TP-Link router + laptop/PC dalam kondisi OFF, seperti gambar berikut:Ada beberapa cara untuk melakukan setting router ini, dan saya pilih cara dengan menggunakan web browser.
* Untuk bisa setting routernya, kita harus masuk ke web admin nya dengan mengetikan IP router di Web Browser, dan biasanya IP yang digunakan adalah: 192.168.1.1
* Ketika ditanya username & password, masukkan default username & password router (keterangannya ada di buku manualnya), biasanya, username: admin, password: admin
* Setelah masuk di web Administrasi router TP-Link, disarankan untuk mengganti IP router/TP-Linknya, karena modem ADSL nya sendiri biasanya di set dgn IP: 192.168.1.1
* Masuk ke menu: Network -> LAN ganti IP TP-Linknya, dalam hal ini, saya mengubah IP TP-Linknya menjadi: 192.168.2.1 dan Subnet Mask: 255.255.255.0
* Disarankan juga untuk mengganti password defaultnya dengan cara memilih menu: System Tools -> Password selain ada pilihan mengganti password, juga ada disarankan untuk mengubah username defaultnya.
* Restart TP-Link dengan memilih menu: System Tools -> Reboot
* Tunggu beberapa saat, dan untuk masuk ke halaman web admin router/TP-Link nya, gunakan IP yang baru: 192.168.2.1 dan masukan username & password yang baru
* Setelah masuk ke halaman administrator, pilih menu: Quick Setup dan ikuti langkah selanjutnya (klik tombol NEXT)
* Pada saat Choose WAN Connection Type, pilih Dynamic IP; klik tombol NEXT
* Pada halaman Wireless:
1. Wireless Radio: Enable
2. SSID: isi dengan nama ID yang akan di broadcast pada saat signal WiFi di pancarkan
3. Region: Indonesia
4. Channel: biarkan sesuai default yang ada (Dalam kasus saya, diganti dengan 11 ** channel yang biasa digunakan secara umum **)
5. Mode: 54Mbps (802.11g)
6. Next
7. Finish
* Selanjutnya, setting Gateaway & DNS nya sesuai dengan setting SPEEDY, masuk ke menu: Network -> WAN
1. Klik Renew pada bagian Gateaway, dan isi dengan IP Modem: 192.168.1.1
2. Pilih/checklist bagian Use These DNS Server
3. Primary DNS: 203.130.196.5
4. Secondary DNS: 202.134.0.155
5. Save
* Selanjutnya, setting untuk security routernya, agar tidak bisa digunakan oleh siap saja dengan memilih menu Wireless -> Wireless Setting (berikut ini contoh setting yang saya gunakan, anda bisa memilih setting yang berbeda dengan contoh di bawah ini)
1. Beberapa setting sudah dipilih sesuai dengan setting sebelumnya
2. Pilih/Klik Enable Wireless Security
3. Security Type: WEP
4. Security Option: Automatic
5. WEP Key Format: Hexadecimal
6. Key1: 1234567890 (bisa diganti); Key Type: 64bit
7. Save
* Sampai tahap ini, router sudah bisa digunakan, namun untuk lebih memastikan, ada beberapa hal yang bisa disetting terlebih dahulu sebelum router nya di REBOOT
* Setting range IP Client DHCP pada TP-Link nya dengan memilih menu: DHCP -> DHCP Setting, isi range IP sesuai dengan yang dikehendaki, misal: Start IP Address: 192.168.2.100 & End IP Address: 192.168.2.199, klik SAVE
* Cek juga setting Time dengan memilih menu: System Tools -> Time sesuaikan dengan timezone dan waktu anda, klik SAVE
* Reboot router TP-Link dengan memilih menu: System Tools -> Reboot
* Router TP-Link anda siap digunakan. Cabut kabel LAN dari laptop/PC dan aktifkan WiFi nya, coba untuk search WiFi (SSID) router dan masukkan WEP yang telah di set pada saat melakukan koneksi ke router