alex si tukang pijit singa


Tukang pijat tuna netra sudah biasa, tapi lain halnya dengan tukang pijat singa. Itulah yang dilakukan oleh Alex Larenty.

Ia memijat singa yang ada di Lion Park, Afrika Selatan. Ia memijat seekor singa yang bernama Jamu dan nampaknya Jamu (Singa 9 tahun) sangat menikmati pijatan Alex.

Alex sendiri tidak merasa takut, sebab hal itu sudah biasa dilakukannya dan ia merasa telah menjalin kontak batin dengan singa tersebut sehingga ia begitu akrab dengan Jamu. Nampak pada gambar singa lain juga nampak tidak terganggu akan kehadiran Alex di dekatnya.

Ia terlihat santai dan tidak takut meskipun bersentuhan langsung dengan banyak raja hutan. Ia juga menggelitik jari jemari salah satu singa bernama, Jamu yang beratnya mencapai 250 kilogram itu.

“Mereka amat menyukai ritual ini (jari kaki yang digelitik),” ujar pria yang berimigrasi dari Afrika ke Oxfordshire itu. Memang benar, Jamu terlihat amat menikmati ritual itu. Tak jarang juga hewan berbulu lebat itu merem melek karena keasyikan.

Menurut pawang hewan itu, berdekatan dengan hewan buas kuncinya adalah kepercayaan dan rasa percaya diri. Ia juga menambahkan kalau kedekatan dengan hewan buas itu tidak serta merta di dapat.

Ia membutuhkan waktu untuk bisa berdekatan sangat intim. Menurutnya hewan bisa merasakan apakah objek yang mendekat itu mengancam mereka atau tidak.

“Mereka memang senang digelitik dan senang di garuk-garuk. Ini adalah permainan yang paling mereka suka,” ujarnya.

Seorang Wartawan Dianiaya Anggota FPI

Metrotvnews.com, Jakarta: Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi. Kali ini, seorang wartawan Harian Lampu Hijau, dianiaya sekelompok pemuda yang menggunakan seragam Organisasi Massa Front Pembela Islam (FPI). Oknum anggota ormas ini pun menganiaya tiga warga lainnya.

Tak disangka, salah seorang anggota kelompok tersebut melempar botol dan menimpa kepala korban. Kelompok pemuda itu juga menganiaya pemilik warung serta dua warga. Sementara, Oktobriyan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Pelni, Petamburan, karena mengalami luka di kepala dan mendapat tujuh jahitan.

Razia minuman keras ini pun tak menemukan barang yang dimaksud. Di dalam warung hanya ditemukan minuman bersoda, yang sudah dirusak para pelaku. Selain merusak warung, kelompok ormas tersebut juga merusak sebuah minimarket.

Ke-empat korban, satu wartawan dan tiga warga, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tanahabang.(DSY)

Media Buat Remaja Penasaran Dapat Video Porno

Jayapura, 13/6 (ANTARA) - Pengamat perempuan dan anak-anak Juliana Langowuyo mengatakan, pemberitaan media massa yang terus-menerus tentang video porno mirip artis, justru akan membuat anak-anak dan remaja penasaran untuk mendapatkan video itu di internet.


"Justru semakin sering dan intens seorang anak dan remaja mendengar dari pemberitaan mengenai video porno mirip artis, dia akan tertantang dan semakin penasaran untuk mendapatkan gambar itu,? kata Juliana di Jayapura, Minggu.


Juliana yang juga aktivis Forum Kerjasama (Foker) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Papua, usia anak dan rtemaja membuat keingintahuan seseorang benar-benar kuat akan sesuatu, apalagi yang berbau tantangan.


"Ada kecenderungan timbul kepuasan pada anak jika dirinya bisa mendapatkan video porno mirip artis itu dan mempertontonkannya pada teman-temannya," ujarnya.


Untuk itu, Juliana Langowuyo mengajak teman-teman- media massa utnuk lebih edukatif dalam memberikan pemberitaan, terutama akan sesuatu hal yang dianggap masih tabu bagi konsumssi anak, misalnya video porno mirip artis.


"Jangan karena hanya mengejar ekslusif tayangan dan rating televisi, lalu mengabaikan moral dan etika," pesannya.


Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sendiri, lanjutnya, harus berani dengan tegas memberikan sanksi terhadap stasiun televisi yang mengabaikan kode etik penyiaran.


"KPI harus tegas, jangan hanya berikan peringatan saja terus-menerus," katanya.


Sementara kepada petugas Kepolisian, Juliana Langowuyo mengharapkan keseriusan dan kecepatan dalam menyelesaikan kasus video porno artis itu.


"Proses secara hukum jika benar terbukti bersalah, agar menjadi contoh bagi yang lainnya. Masyarakat saat ini juga perlu ketegasan penegakan hukum," sambungnya. (KR-MBK/A038)

Warga Tangkap Buaya Liar

Mamuju (ANTARA News)- Jamaluddin (52), warga Dusun Tumuku, Desa Bambu, Kecamatan Mamunyu, kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Minggu, berhasil menangkap seekor buaya ganas yang diperkirakan memiliki berat badan sekitar 400 kilogram.

Buaya yang memiliki panjang sekitar 3 meter dengan lebar badan sekitar 50 centimeter itu berhasil dijinakkan oleh Jamaluddin, setelah terperangkap di tambak ikan warga setempat.

Awalnya, Jamaluddin dan tiga keponakan hendak memanen ikan yang ada di tambak. Namun, alangkah terkejutnya dia, karena di dalam areal tambak ikan itu ternyata ada seekor buaya ganas yang sedang menghabisi ikan-ikan tambak yang siap di panen.

"Buaya ini sempat menyerang kami saat hendak ke pinggir tambak , namun kami tetap tenang untuk berusaha menaklukkan buaya ganas tersebut," urainya.

Dikatakannya, proses penangkapan buaya itu terbilang lama yakni mulai pukul 09.00 wita hingga pukul 16.00 wita dengan hanya dibantu tiga keponakannya.

"Proses penangkapan buaya ini memakan waktu selama tujuh jam setelah tali perangkap yang diarahkan ke tubuh buaya berhasil masuk dalam perangkap,"tuturnya.

Ia mengatakan, buaya-buaya ini sesungguhnya sering masuk ke tambak, namun baru kali ini buaya itu berhasil dijinakkan. Itu pun di sertai dengan mantra-mantra untuk menjinakkan buaya ganas itu.

"Buaya ganas ini sering memangsa ikan-kan kami, sehingga kami kerap mengalami gagal penen hingga jutaan rupiah/panen," ungkapnya.

Jamaluddin mengatakan, untuk sementara, buaya ini akan di evakuasi ke rumah sebelum di serahkan ke aparat desa atau pemerintah setempat.

Takluknya buaya ini juga sempat menghebohkan warga setempat, bahkan menjadi tontonan gratis pleh warga setempat dan sebagian warga yang datang dari kota Mamuju, sehingga, menimbulkan kemacetan arus jalan trans Sulawesi yang ada di wilayah itu.

Buaya dengan panjang lebih dari tiga meter itu ditambatkan di belakang rumah Udin dengan kondisi mulut buaya yang sudah terikat dengan tali plastik berwarna hitam. (KR-ACO/Y006)