
BEIJING - Sejumlah wilayah Tiongkok dilanda badai pasir hebat. Serangan badai pasir itu terjadi di Beijing kemarin (20/3). Begitu parahnya badai pasir itu, langit dan udara ibu kota negeri Presiden Hu Jintao tersebut sampai berubah menjadi kuning atau malah oranye. Sejumlah penerbangan di bandara internasional Beijing pun harus ditunda.
Akibat kabut pasir tebal, pekerja dan sejumlah warga harus menutup muka di Lapangan Tiananmen. Daratan dan udara Beijing tertutup kabut pasir hingga radius ratusan mil. Jarak pandang sangat terbatas. Sejumlah jalan tempat parkir mobil hingga menuju bangunan dan apartemen nyaris tak terlihat.
Biro Cuaca Tiongkok memperingatkan kualitas udara di Beijing kini ada di tingkat membahayakan. ''Sangat tidak baik atau berdampak buruk terhadap kesehatan,'' kata pejabat Biro Cuaca Tiongkok, yang tidak disebutkan namanya. Dia juga meminta warga tetap di rumah dengan menutup pintu dan jendela rapat. Jika bepergian, warga diminta untuk menutup mulut atau hidung dengan masker.
Serangan badai pasir di Beijing itu mulai terasa Jumat malam (19/3). Tetapi, badai itu makin parah kemarin pagi. Para pakar menduga badai tersebut merupakan fenomena akibat kombinasi deforestasi (hutan gundul) dan kekeringan parah di wilayah utara dan Mongolia.
Selanjutnya, badai pasir melanda ibu kota. Sebelumnya, badai tersebut juga menerjang wilayah timur laut Tiongkok. Badan meteorologi meramalkan badai pasir tersebut akan terjadi hingga Senin besok (22/3).
''Saya kaget ketika melihat ke bawah, ternyata semua (daratan atau jalan) berubah menjadi kuning di malam hadir,'' kata Li Ming, warga Beijing yang berprofesi wiraniaga (salesman), kepada kantor berita Xinhua. ''Kondisi itu mengingatkan saya pada jalan yang kotor di desa asal saya,'' lanjutnya.
Warga menilai badai pasir kali ini lebih buruk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. ''Badai pasir hebat seperti ini sering terjadi pada 1980-an dan 1990-an,'' tutur Song Xiurong, pensiunan pegawai pemerintah yang tinggal di Beijing. ''Tetapi, seingat saya, badai kali ini lebih serius dibandingkan dua atau tiga tahun lalu,'' tambahnya.
Sebelum muncul di Beijing, badai pasir tersebut menerjang sejumlah provinsi di Tiongkok, seperti Gansu, Qinghai, Shanxi, Shaanxi, dan Hebei. Selain itu, badai tersebut juga melanda tiga kawasan otonom Jumat lalu, yakni Xinjiang Uygur, Ningxia Hui, dan Mongolia Dalam.
Xinhua melaporkan bahwa badai tersebut terjadi setelah sejumlah badai salju dan musim dingin yang lembab berakhir. ''Salju tentu menghalangi kabut atau debu di wilayah tertentu. Tetapi, badai pasir tak bisa hilang sekaligus selama sumbernya masih ada,'' kata Kepala Badan Meteorologi Tiongkok Guo Hu. Dia menambahkan, gurun luas di kawasan Mongolia Dalam berjarak 800 km dari Beijing.
Empat tahun lalu, badai serupa membawa tidak kurang dari 300 ribu ton pasir ke Beijing. Badai dank abut pasir terburuk di Tiongkok terjadi pada 1950-an dan 1960-an setelah kampanye untuk meningkatkan produksi pabrik (industri) dan pertanian. Itu terjadi melalui eksploitasi atau penebangan hutan secara besar-besaran dalam revoluasi 1949.
Berdasar statistik pemerintah, Tiongkok memiliki 2,6 juta kilometer persegi atau satu juta mil persegi gurun atau hampir 2,5 kali lipat total lahan pertanian yang ada di negara tersebut. Di barat daya Tiongkok, kekeringan mengakibatkan 16 juta warga kekurangan air minum.
Pemerintah Tiongkok telah menanami lagi ribuan hektare lahan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dilakukan untuk menghentikan meluasnya gurun di utara dan barat. Tapi, para pakar menyatakan bahwa langkah ini akan butuh waktu beberapa dekade untuk membawa hasil.
Dari Tiongkok, badai pasir diperkirakan bergerak ke tenggara. Wilayah Korea Selatan (Korsel) diramal bakal menjadi sasaran berikut. Badan Meteorologi Korsel telah mengeluarkan peringatan soal ancaman badai pasir atau kabut kuning ke ibu kota Seoul dan wilayah lain negara tersebut. Kantor berita Yonhap melaporkan, warga di Seoul maupun wilayah tengah dan barat Korsel disarankan untuk tetap di rumah.
Chun Youngsin, peneliti dari Badan Meteorologi Korsel, menyatakan bahwa badai pasir diperkirakan menerjang wilayah Semenanjung Korea Sabtu sore (tadi malam WIB). ''Ini akan menjadi kabut kuning terburuk (di Korsel) tahun ini,'' katanya. (AFP/AP/dwi)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Badai Pasir, Langit Beijing Jadi Kuning"
Post a Comment