JAKARTA - Para pengidap HIV/AIDS ternyata tidak hanya dimonopoli kelompok anak muda. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) mencatat, dari tahun ke tahun makin banyak ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV/AIDS. Jumlahnya 35 persen dari total pengidap HIV/AIDS. Pemerintah sedang memikirkan cara memutus rantai penularan dengan menggalakkan kondom khusus perempuan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar menegaskan, hingga akhir 2009, pengidap HIV/AIDS di Indonesia sekitar 19.973. Jumlah itu tersebar di 32 provinsi. ''Jumlah pengidap laki-laki tiga kali lebih banyak daripada perempuan,'' ujar Linda kemarin.
Dia mengatakan, kasus tertinggi terjadi pada pelaku heteroseksual, yakni 50 persen. Diikuti kasus intravenous drugs user (IDU) yang mencapai 40 persen. Linda menjelaskan, pelaku homoseksual juga rentan terhadap penularan HIV/AIDS. Meskipun, hanya 3,3 persen dari jumlah seluruh kasus yang ada.
Linda mengklasifikasi, pengidap HIV/AIDS lebih banyak diderita orang dewasa berusia 20-29 tahun. Kelompok umur kedua yang rentan terhadap penyakit itu berusia 30-39 tahun. ''Usia 40 hingga 49 tahun juga masih banyak yang mengidap HIV,'' terang istri Agum Gumelar itu.
Sekretaris KPA Nafsiah Mboy menegaskan, mayoritas perempuan yang mengidap HIV/AIDS adalah ibu rumah tangga. ''Dari seorang ibu, HIV/AIDS menular kepada anak kandungnya,'' terang Nafsiah.
Menurut dia, masih banyak perempuan yang tidak sadar akan pentingnya kondom khusus perempuan. Mayoritas perempuan yang didampingi KPA mengeluhkan kesulitan menggunakan kondom tersebut. ''Alasannya bermacam-macam,'' ujarnya.
Nafsiah menjelaskan, salah satu alasannya adalah ketidaknyamanan penggunaan kondom saat berhubungan intim. ''Mereka mengeluhkan sakit,'' paparnya. Alasan yang lain, lanjut Nafsiah, tidak banyak wanita yang mengetahui adanya kondom tersebut dan cara mamakainya. (nuq/c4/agm)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Ibu Rumah Tangga Rentan HIV/AIDS"
Post a Comment