JAKARTA, KOMPAS.com — "Follow the money (ikuti
aliran uangnya)", menjadi prinsip yang digunakan Komisi Pemberantasan
Korupsi dalam menyidik kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU)
dengan tersangka Ahmad Fathanah. Orang dekat mantan Presiden Partai
Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq yang juga punya nama lain Olong
ini diduga melakukan pencucian uang yang menyamarkan hasil tindak pidana
korupsi melalui sejumlah cara.
Salah satu cara yang diduga
dipakai Fathanah adalah mentransfer sejumlah uang ke orang lain atau
membeli aset yang kemudian diatasnamakan orang lain. Sejauh ini, KPK
menyita 10 aset yang diduga terkait dengan Fathanah. Pada Kamis
(2/5/2013) pekan lalu, misalnya, KPK menyita satu unit Honda Jazz putih
dari seorang model cantik bernama Vitalia Shesya.
Honda Jazz
bernomor polisi B 15 VTA itu diperoleh Vitalia dari Fathanah yang
diakuinya sebagai seorang teman. Selain Jazz, Vitalia juga mendapatkan
sejumlah uang yang kemudian dibelikan jam tangan mewah merek Chopard.
Harga jam tangan asal Swiss ini ditaksir sekitar Rp 70 juta.
Bukan
hanya ke Vitalia, uang Fathanah juga mengalir ke artis Ayu Azhari. KPK
menemukan aliran uang Rp 20 juta dan 1.800 dollar AS dari Fathanah ke artis dengan nama asli Siti Khadijah Azhari itu. Kepada penyidik, Ayu
mengaku bahwa uang tersebut merupakan pembayaran uang muka karena dia
bersedia manggung dalam acara-acara terkait PKS yang ditawarkan Fathanah. Ayu telah mengembalikan uang tersebut kepada KPK pekan lalu.
Masih
terkait Fathanah, KPK menyita pula satu mobil Honda Freed dari seorang
wanita bernama Tri Kurnia Rahayu. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan,
Tri mengembalikan Honda Freed bernomor polisi B 881 LAA itu kepada KPK
seusai pemeriksaannya sebagai saksi Fathanah dua hari lalu.
Selain
mobil, Tri mengembalikan gelang bermerek Hermes yang harganya sekitar
Rp 50 juta hingga Rp 70 juta serta jam tangan Rolex dengan harga di atas
Rp 10 juta. Barang-barang itu diperoleh Tri dari Fathanah yang juga
diakuinya sebagai teman. "Tri yang mengaku sebagai teman Fathanah," kata
Johan, Selasa (7/5/2013).
Para lelaki juga
Uang
dari Fathanah rupanya tidak hanya mengalir ke para wanita. Uang yang
diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi itu pun diketahui mengalir
ke kas pengurus PKS di daerah. Salah satunya diduga mengalir untuk
mendanai pemenangan Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin dalam
pemilihan gubernur Sulawesi Selatan periode 2013-2018.
Ilham
mengungkapkan hal ini seusai diperiksa KPK sebagai saksi Fathanah, Senin
(6/5/2013). Dia mengaku baru tahu dari penyidik bahwa uang di DPW PKS
yang digunakan untuk pemenangannya itu ada yang berasal dari Fathanah.
"Katanya dana yang ditransfer ke DPW itu dari pencucian uang AF (Ahmad
Fathanah), saya kaget. Nilai (uang)-nya, tanya penyidik," kata dia.
Ilham
mengenal Fathanah sebagai seorang teman. Fathanah, katanya, dikenal
sebagai salah satu tokoh besar di Sulsel. Fathanahlah yang menjembatani
Ilham dengan para petinggi PKS.
Lalu, Selasa (7/5/2013), KPK
memeriksa Saldi Matta sebagai saksi Fathanah. Dia adalah adik dari
Presiden PKS Anis Matta. Seusai diperiksa, Saldi mengaku pernah
mendapatkan transferan uang Rp 50 juta dari Fathanah. Menurut Saldi,
uang tersebut merupakan pembayaran utang. Pada September tahun lalu,
Fathanah berutang pada Saldi dan baru membayarnya pada Januari 2013.
Satu
per satu orang yang diduga menerima aliran dana Fathanah diperiksa KPK.
Lembaga antikorupsi itu pun menjadwalkan pemeriksaan Anis Matta sebagai
saksi untuk kasus dugaan pidana pencucian uang Fathanah. Lantas, dalam
kaitan apa KPK memeriksa Anis? Apakah dia juga menerima aliran dana
Fathanah?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "UANG KORUPSI AHMAD FATHANAH MENGALIR KE BANYAK ARTIS"
Post a Comment