USIA 12 TAHUN, 6 KALI MENCURI

Dua Bocah Pembobol Rumah Polisi
Jember - SURYA- Dua anak usia di bawah umur telah kenyang dengan pengalaman mencuri. Faktor ekonomi menyebabkan mereka memilih jalan nekat.

shock, terpukul, dan bingung. Itulah perasaan pasangan suami istri Suedi, 50, dan Sulami, 45, warga Jalan Sentot Prawirodirjo, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Pasutri tersebut tampak lelah saat menunggu di musala Polsek Sumbersari, Selasa (15/6).

Keduanya memang sedang menunggu kedatangan Kapolsek Sumbersari AKP Mas Ahmad Sujalmo yang saat itu masih mengikuti acara persiapan simulasi pengamanan pilkada. Suedi hendak mengambil becak miliknya yang ditahan di mapolsek.

Becak tersebut ditahan polisi karena dipakai mencuri anak Suedi, Ur, 17, bersama temannya Dv, 12. “Saya kaget ketika anak saya pulang, tangannya sudah dikecrek. Ada bapak-bapak polisi dan banyak orang di rumah saya. Saat itu pukul 03.30,” ujar Sulami. Ur tertangkap ketika mencuri di rumah seorang polisi pada Senin (14/6) pagi.

Meski UR dan Dv usianya di bawah umur, ternyata sudah seringkali mencuri.

Dv mengaku telah enam kali mencuri. Bahkan ia telah mencuri 10 tabung gas elpiji ukuran 3 dan 12 kilogram. Mereka beraksi dengan meloncati pagar rumah dan mengambil barang-barang yang ada di dalam pagar, tetapi tidak disimpan di rumah, seperti di depan dapur maupun di garasi rumah.

Dv dan Ur mengaku uang hasil curian mereka digunakan untuk makan dan membeli apa yang mereka inginkan seperti baju. “Ya kadang untuk mabuk, tetapi teman-teman yang mabuk,” kata Ur. Sebuah tabung elpiji ukuran 3 kilogram biasanya dijual dengan harga Rp 50.000.

Dv dan Ur tidak berpikir jauh bahwa perbuatan mereka bisa berbuntut panjang. Selama beberapa kali, pencurian berjalan mulus. Namun, tidak pada Senin (14/6) dini hari tersebut. Keduanya tertangkap tangan saat mengusung tabung elpiji kosong ukuran 12 kilogram dan ban mobil dengan becak.

Dari penelusuran Surya, Dv tidak sekolah. Bahkan sejak kecil, ia mengamen di kawasan pertokoan di pusat Kota Jember. Ibunya kerja sebagai tukang masak, sehingga jarang berada di rumah. Hanya sore hari, ibu dua anak itu berada di rumah dan malam harinya ia bekerja di sebuah warung. Sementara Ur merupakan 10 bersaudara dari keluarga tidak mampu. Ia bersama orangtua dan tiga saudaranya yang belum menikah tinggal di sebuah bangunan yang tidak digunakan milik ketua RT setempat. “Saya ngampung di tempatnya Pak RT,” kata Sulami. sri wahyunik

0 Response to "USIA 12 TAHUN, 6 KALI MENCURI"