Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan menyesalkan terjadinya kerusuhan akibat sengketa tanah di Koja, Jakarta Utara. "Seharusnya bisa dilakukan secara persuasif," kata Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mafhiz di Jakarta, Rabu (14/4) malam.
Menurut Irgan, kejadian bisa mengesankan pemerintah daerah terlampau memaksakan kehendak. "Selain melanggar HAM, juga bentuk arogansi kekuasaan pemerintah daerah tanpa memberikan ruang dialog bagi masyarakat sehingga terkesan memaksakan kehendak," keluhnya.
Oleh karena itu, Irgan mengimbau keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja dikaji ulang. Sebab, keluh Irgan, seringkali Satpol PP bertindak berlebihan hingga menjadi momok bagi masyarakat. Kerusuhan ini sendiri sudah membikin sebanyak 130 orang korban terluka dan tiga orang tewas. (Ant/*****)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Insiden priuk, Bentuk Arogansi Pemda"
Post a Comment