NASA: Dua Asteroid Lewati Bumi Pada 8 September

Washington (ANTARA/Xinhua-OANA) - Dua asteroid melewati dalam jarak bulan dari Bumi pada Rabu, namun tidak akan menghantam bumi, kata Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) Selasa.

Survei Catalina Sky kini berada dekat Tucson, Arizona menemukan kedua obyek itu pada Ahad lalu.

Pusat Planet Kecil di Cambridge, Massachussets, meninjau kembali observasi mereka dan memutuskan orbit-orbit awal.

Petugas Pusat Planet menyimpulkan kedua benda itu akan melewati dalam jarak antara bulan dan bumi, sekitar 240.000 mil.

Asteroid tersebut bisa dilihat dengan teleskop amatir berukuran moderat.

Menurut NASA, asteroid 2010 RX30 itu diperkirakan berukuran 32 sampai 65 kaki dan akan melewati dalam kisaran 154.000 mil dari Bumi pada pukul 05:51 waktu Washington Rabu.

Obyek kedua, 2010 RF12, diperkirakan berukuran 20 sampai 46 kaki dan akan melewati dalam kisaran 49.000 mil pada pukul 17:12 waktu setempat. ANDA BUTUH SKRIPSI??

Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pengembangan Media Pembelajaran

A. Pendahuluan

elearning2Perkembangan teknologi informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga dengan perkembangan ini telah mengubah paradigma masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan Internet.

Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan teknologi ini adalah bidang pendidikan, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri (Oetomo dan Priyogutomo, 2004), beberapa bagian unsur ini mendapatkan sentuhan media teknologi informasi,sehingga mencetuskan lahirnya ide tentang e-learning (Utomo, 2001).

e-Learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer (Soekartawi, 2003). Karena itu e-learning sering disebut juga dengan on-line course. Dalam berbagai literature e-learning tidak dapat dilepaskan dari jaringan Internet, karena media ini yang dijadikan sarana untuk penyajian ide dan gagasan pembelajaran.

Namun dalam perkembangannya masih dijumpai kendala dan hambatan untuk mengaplikasikan sistem e-learning ini, antara lain : (a) Masih kurangnya kemampuan menggunakan Internet sebagai sumber pembelajaran; (b) Biaya yang diperlukan masih relativ mahal untuk tahap-tahap awal; (c) Belum memadainya perhatian dari berbagai pihak terhadap pembelajaran melalui Internet dan (d) Belum memadainya infrastruktur pendukung untuk daerah-daerah tertentu (Soekartawi, 2003).

Selain kendala dan hambatan tersebut di atas, kelemahan lain yang dimiliki oleh sistem elearning ini yaitu hilangnya nuansa pendidikan yang terjadi antara pendidik dengan peserta didik,karena yang menjadi unsur utama dalam e-learning adalah pembelajaran.

Maka dengan melihat kelemahan dan kekurangan tersebut, para ahli berusaha menjawab fenomena ini dengan mengembangkan sistem e-education. Sistem ini telah didiskusikan secara aktif pada beberapa dekade terakhir ini. Pengembangan sistem e-education ini telah memberi
inspirasi untuk mengembangkan e-media secara optimal guna percepatan pemerataan layanan pendidikan kepada masyarakat (Oetomo dan Priyogutomo, 2004). Dimana selain masyarakat memperoleh pendidikan melalui pendidikan formal, juga didukung oleh pendidikan melalui emedia, sebagai wujud dari pendidikan yang mandiri.

e-Education dengan pemanfaatan e-media, juga ditujukan untuk mengatasi persoalan elearning, dimana e-media dapat dijadikan alternative terdekat jika tidak ada koneksi ke Internet.

B. Peranan Media Ajar dalam Proses Pembelajaran
Strategi mengajar menurut Muhibbin Syah (2002), didefiniskan sebagai sejumlah langkah yang direkayasa sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu. Strategi mengajar ini mecakup beberapa tahapan, seperti :
1. Strategi perumusan sasaran proses belajar mengajar (PBM), yang berkaitan dengan strategi yang akan digunakan oleh pengajar dalam menentukan pola ajar untuk mencapai sasaran PBM.
2. Strategi perencanaan proses belajar mengajar, berkaitan dengan langlah-langkah pelaksanaan mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Dalam tahap ini termasuk perencanaan tentang media ajar yang akan digunakan.
3. Strategi pelaksanaan proses balajar mengajar, berhubungan dengan pendekatan sistem pengajaran yang benar-benar sesuai dengan pokok bahasan materi ajar.

Dalam pelaksanaannya, teknik penggunaan dan pemanfaatan media turut memberikan andil yang besar dalam menarik perhatian mahasiswa dalam PBM, karena pada dasarnya media mempunyai dua fungsi utama, yaitu media sebagai alat bantu dan media sebagai sumber belajar bagi mahasiswa (Djamarah, 2002; 137).

Umar Hamalik (1986), Djamarah (2002) dan Sadiman, dkk (1986), mengelompokkan media ini berdasarkan jenisnya ke dalam beberapa jenis :
a. Media auditif, yaitu media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja, seperti tape recorder.
b. Media visual, yaitu media yang hanya mengandalkan indra penglihatan dalam wujud visual.
c. Media audiovisual, yaitu media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, dan media ini dibagi ke dalam dua jenis
1) audiovisual diam, yang menampilkan suara dan visual diam, seperti film sound slide.
2) Audiovisual gerak, yaitu media yang dapat menampilkan unsur suara dan gambar yang bergerak, seperti film, video cassete dan VCD.

Sementara itu, selain media-media tersebut di atas, di lembaga pendidikan kehadiran perangkat komputer telah merupakan suatu hal yang harus dikondisikan dan disosialisasikan untuk menjawab tantangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di sisi lain sangat banyak pengguna jasa dibidang komputer yang mengharapkan dapat membantu mereka baik sebagai tutor,tutee maupun tools yang belum mampu dipenuhi oleh tenaga yang profesional dibidangnya yang dihasilkan melalui lembaga pendidikan yang ada. Hal ini juga dikeluhkan oleh para pengajar terhadap kemampuan untuk memahami, mengimplementasikan, serta mengaplikasikan pengajaran sejalan dengan tuntutan kurikulum karena keterbatas informasi dan pelatihan yang mereka peroleh.

Komputer mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang mencakup tutor, tutee dan tools dalam implementasi dan aplikasi bidang ilmu lain maupun dalam pengembangan IPTEK itu sendiri. Hal ini dipertegas oleh BJ Habibie bahwa dewasa ini tidak ada satu disiplin ilmu pengetahuan yang tidak menggunakan cara berfikir analitis, matematis, dan numerik (Baisoetii, 1998). Kenyataan ini menunjukan bahwa peran komputer akan menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar, terutama dalam penataan kemampuan berfikir, bernalar dan pengambilan keputusan dalam era persaingan yang sangat kompetitif.

Salah satu kompetensi proses belajar mengajar bagi seorang pengajar adalah keterampilan mengajak dan membangkitkan mahasiswa berpikir kritis. Kemampuan itu didukung oleh kemampuan pengajar dalam menggunakan media ajar. (Daniel, Jos,1986).

Peranan pengajar sebagai motivator penting artinya dalam rangka meningkatkan kegairahan dalam pengembangan kegiatan belajar mahasiswa, pengajar harus dapat meransang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi mahasiswa,
menumbuhkan aktivitas dan kereativitas sehingga terjadi dinamika di dalam proses belajar mengajar (Slameto,1988)

C. Strategi Pengembangan “Computer Aided Instruction”
Dalam makalah ” e-Learning di Indonesia dan prospeknya dimasa mendatang”, Soekartawi menyatakan bahwa dalam banyak hal, suksesnya program e-learning sangat tergantung dari penilaian apakah : (a) e-learning itu sudah menjadi suatu kebutuhan; (b) Tersedianya infrastruktur pendukungnya; (c) Tersedianya fasilitas jaringan Internet; (d) Perangkat lunak pembelajaran; (e) Kemampuan dan keterampilan orang mengoperasikannya; (f) Kebijakan yang mendukung pelaksanaan program e-learning tersebut (Soekartawi, 2003).

Dalam mendukung sistem e-education, dalam makalah “ Kajian terhadap Model e-Media dalam Pembangunan Sistem e-Education”, Oetomo dan Priyogoutomo mecoba untuk melakukan penelitian berkaitan dengan e-media yang sering digunakan, yang paling favorit serta yang menjadi harapan dan disukai oleh peserta didik dalam usahanya untuk mengembangan wawasan dan pengetahuannya, maka hasil yang diperoleh media-media tersebut antara lain : kaset (program pengajaran), CD MP3, VCD dan Internet (Oetoma dan Priyogutomo, 2004)

Dengan melakukan survey kepada peserta didik akan dapat diketahui media yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas proses balajar mengajar, baik yang berlangsung di kelas, maupun di rumah masing-masing peserta didik.

D. Model e-Media
e-Media adalah singkatan dari electronic media, artinya media yang berbasikan pada peralatan elektronik. e-Media berkembang sangat variatif, seiring dengan perkembangan mediamedia elektronik, seperti e-media konvensional berupa kaset rekaman pengajaran dan program TV pendidikan, e-media berbasis komputer terdiri dari CD, CD MP3, VDC dan DVD, serta e-media berbasis internet seperti e-news, e-Journal, e-Book, e-Consultant, Chatting, Newsgroup dan lain sebagainya (Oetoma dan Priyogutomo,2004).

Salah satu faktor keberhasilan proses komunikasi adalah penggunaan media. Peluang ini ditangkap dan dilihat oleh para ahli untuk mengembangkan bentuk-bentuk e-media, yang bertujuan untuk memberi alternatif model pendidikan yang tidak terikat oleh tempat dan waktu.

E. Pengajaran Berbantuan Komputer
Dengan berkembangnya teknologi e-media, sebagai media pendiddikan, maka sarana dan prasarana untuk pemanfaatannya juga berkembang, salah satu sarana tersebut adalah komputer.

Pengajaran berbatuan komputer merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh para ahli sejak beberapa dekade yang lalu, karena dengan batuan komputer ini proses pengajaran berjalan lebih interaktif dan membantu terwujudnya pembelajaran yang mandiri.

Dengan perkembangan teknologi komputer ini, maka metoda pendidikan juga berkembang, sehingga proses pengajaran berbantuan komputer ini maju terus menuju kesempurnaannya, namun secara garis besarnya, dapat dikatergorikan menjadi dua, yaitu computer-based training (CBT) dan Web-based training (WBT).
1. Computer-based Training (CBT)
CBT merupakan proses pendidikan berbasiskan komputer, dengan memanfaatkan media CDROM dan disk-based sebagai media pendidikan (Horton, 2000). Dengan memanfaatkan media ini, sebuah CD ROM bisa terdiri dari video klip, animasi, grafik, suara, multimedia dan program aplikasi yang akan digunakan oleh peserta didik dalam pendidikannya.
Dengan CBT, proses pendidikan melalui classroom tetap dapat terlaksana, sehingga interaksi dalam proses pendidikan dapat terus berlangsung, yang dibantu oleh kemandirian peserta didik dalam memanfaatkan CBT.
2. Web-based training (WBT)
Web-based training (WBT) sering juga diidentikkan dengan e-learning, dalam metoda ini selain menggunakan komputer sebagai sarana pendidikan, juga memanfaatkan jaringan Internet, sehingga seorang yang akan belajar bisa mengakses materi pelajarannya dimanapun dan kapanpun, selagi terhubung dengan jaringan Internet (Rossett, 2002).

Sumber :
Muhammad Adri
mhd.adri@unp.ac.id
http://muhammadadri.wordpress.com ANDA BUTUH SKRIPSI

Peranan Teknologi Informasi di Bidang Pendidikan dan Pelatihan

Peranan Teknologi Informasi di Bidang Pendidikan dan Pelatihan

Oleh: Faisal Akib
Belajar dengan Komputer

Belajar dengan Komputer

Pada dunia pendidikan di Indonesia, komputer sudah diperkenalkan dan digunakan di sekolah-sekolah mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan untuk pendidikan di kota-kota besar, komputer sudah diperkenalkan sejak anak-anak masuk taman kanak-kanak atau play group untuk bermain dan belajar. Selain digunakan sebagai alat bantu untuk pembelajaran interaktif, juga bersifat audio-visual untuk memudahkan proses pembelajaran itu sendiri.

Dengan komputer kemudahan dalam mencari dan menyediakan bahan-bahan pembelajaran juga bisa didapatkan, misalnya dengan adanya konsep perpustakaan elektronik (e-library) atau buku elektronik (e-book). Ditambah lagi dengan adanya internet dimungkinkan untuk mencari koleksi perpustakaan berupa buku-buku, modul, jurnal, makalah, majalah, surat kabar, dan lain sebagainya. Bahkan saat ini sudah bisa dilakukan pembelajaran jarak jauh melalui internet yang dikenal dengan electronic learning (e-learning). Beberapa negara telah menerapkan sekolah yang pembelajarannya melalui internet atau semacam universitas terbuka. Mahasiswanya dapat belajar lewat buku-buku atau modul yang disajikan secara menarik baik dalam bentuk teks atau audio-visual (multimedia) yang disajikan lewat internet. Bahkan dengan internet dimungkinkan untuk setiap mahasiswanya berkomunikasi dengan e-mail bahkan berinteraksi langsung dengan menggunakan teleconference atau videoconference.

Selain itu banyak pula peralatan laboratorium yang sudah dilengkapi dengan komputer sehingga alat tersebut dapat bekerja lebih teliti serta dapat mengatasi kendala keterbatasan indra manusia, dan bisa digunakan sebagai sarana simulasi. ANDA BUTUH SKRIPSI??

APLIKASI DAN POTENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

APLIKASI DAN POTENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
(Makalah yang disusun untuk Seminar Nasional KEMAKOM di UPI Bandung, sabtu 23 januari 2010)
Oleh: Wijaya Kusumah
A. PENDAHULUAN
Perkembangan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini sangat pesat dan berpengaruh sangat signifikan terhadap pribadi maupun komunitas, segala aktivitas, kehidupan, cara kerja, metode belajar, gaya hidup maupun cara berpikir. Oleh karena itu, pemanfaatan TIK harus diperkenalkan kepada siswa agar mereka mempunyai bekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai untuk bisa menerapkan dan menggunakannya dalam kegiatan belajar, bekerja serta berbagai aspek kehidupan sehari-hari, bahkan bisa juga dikembangkan menjadi kegiatan wira usaha.
Manusia secara berkelanjutan membutuhkan pemahaman dan pengalaman agar bisa memanfaatkan TIK secara optimal dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman dan menyadari implikasinya bagi pribadi maupun masyarakat. Siswa yang telah mengikuti dan memahami serta mempraktekkan TIK akan memiliki kapasitas dan kepercayaan diri untuk memahami berbagai TIK dan menggunakannya secara efektif. Selain dampak positif, siswa mampu memahami dampak negatif, dan keterbatasan TIK, serta mampu memanfaatkan TIK untuk mendukung proses pembelajaran dan memanfatkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semakin banyaknya situs pertemanan seperti facebook, twitter, friendster, dan myspace membuat komunikasi dan saling bertukar informasi semakin mudah. Belum lagi semakin menjamurnya tempat membuat blog gratis di internet seperti wordpress, blogspot, livejurnal, dan multiply. Membuat kita dituntut bukan hanya mampu mencari dan memanfaatkan informasi saja, tetapi juga mampu menciptakan informasi di internet melalui blog yang kita kelola dan terupdate dengan baik. Di sanalah muncul kreativitas menulis yang membuat orang lain mendapatkan manfaat dari tulisan yang kita buat. Namun sayangnya, kebiasaan menulis dan membaca belum menjadi budaya masyarakat Indonesia, termasuk guru dan siswa di sekolah. Para guru TIK dituntut agar para peserta didiknya mampu memanfaatkan TIK untuk mengembangkan kreativitas menulis.
Pendidikan sebagai pondasi pembangunan suatu bangsa memerlukan pembahuruan-pembaharuan sesuai dengan tuntutan zaman. Keberhasilan dalam pendidikan selalu berhubungan erat dengan kemajuan suatu bangsa yang berdampak meningkatnya kesejahteraan kehidupan masyarakat. Pada era teknologi tinggi (high technology) perkembangan dan transformasi ilmu berjalan begitu cepat. Akibatnya, sistem pendidikan konvensional tidak akan mampu lagi mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. Pendekatan-pendekatan modern dalam proses pengajaran tidak akan banyak membantu untuk mengejar perkembangan ilmu dan teknologi jika sistem pendidikan masih dilakukan secara konvensional.
Keperluan akan penguasaan TIK telah diantisipasi oleh pemerintah dalam hal ini oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dengan dimasukkannya kurikulum TIK dalam kurikulum 2004 dan sekarang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mulai dari pendidikan dasar sampai ke perguruan tinggi. Diharapkan dengan diimplementasikannya kurikulum TIK ini akan meningkatkan kualitas proses pengajaran, kualitas penilaian kemajuan siswa, dan kualitas administrasi sekolah.
Adanya manajemen berbasis sekolah (MBS) memungkinkan setiap sekolah untuk mengembangkan dan mengaplikasikan TIK yang disesuaikan dengan tuntuntan zaman dan kemampuan/daya dukung sekolah yang bersangkutan. Munculnya berbagai hardware dan software-software baru sekarang ini sangat membantu guru dalam menyampaikan bahan ajarnya. Permasalahannya adalah, apakah para guru yang merupakan garda terdepan di sekolah telah memanfaatkan TIK dengan optimal? Bagaimanakah mengaplikasikan TIK dalam pembelajaran di sekolah? Bagaimanakah peran guru di sekolah dalam mengaplikasikan TIK dalam proses pembelajarannya? Adakah potensi yang dapat dikembangkan dalam TIK ini? Apakah struktur dan kultur guru di sekolah telah siap dengan TIK? Bagaimanakah upaya perguruan tinggi menyiapkan tenaga guru profesional di bidang TIK?
Makalah ini mencoba membahas aplikasi dan potensi TIK dalam pembelajaran di sekolah dan peran guru dalam memanfaatkan TIK, serta implikasinya dalam pembelajaran. Sekaligus juga mengeksplorasi kurikulum pendidikan TIK di Indonesia.
B. PEMBAHASAN
1. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan juga merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan. Teknologi Komunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi TIK adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Juga dapat berkomunikasi dengan biaya murah seperti fasilitas email yang dapat kita pergunakan dengan mudah di internet.
Melalui TIK, sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya sudah tidak lagi mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran antar sesama kita. Perkembangan TIK memicu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Alangkah wajar bila sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti e-commerce, e-government, e-education, e-learning, e-library, e-journal, e-medicine, e-laboratory, e-biodiversitiy, dan lainnya yang berbasis TIK.
Dari semua e itu ada yang perlu endapatkan perhatian serius yaitu e-education, dimana kita mempunyai kewajiban untuk mengembangkan TIK dalam proses pembelajaran yang tidak hanya mengajak peserta didik untuk mencari informasi, tetapi juga menciptakan informasi. Mampu saling berkomunikasi dengan menggunakan berbagai aplikasi TIK yang membuat dirinya mampu saling berbagi tentang apa yang disukainya dan apa yang dikuasainya. Membuat mereka mampu memanfaatkan TIK dengan baik.
2. Aplikasi dan Potensi TIK dalam Pembelajaran di Sekolah
Menghadapi abad ke-21, UNESCO melalui “The International Commission on Education for the Twenty First Century” merekomendasikan pendidikan yang berkelanjutan (seumur hidup) yang dilaksanakan berdasarkan empat pilar proses pembelajaran, yaitu: Learning to know (belajar untuk menguasai. pengetahuan)
Learning to do (belajar untuk menguasai keterampilan ), Learning to be (belajar untuk mengembangkan diri), dan Learning to live together (belajar untuk hidup bermasyarakat). Untuk dapat mewujudkan empat pilar pendidikan di era globalisasi informasi sekarang ini, para guru sebagai agen pembelajaran perlu menguasai dan menerapkan TIK dalam pembelajaran di sekolah.
Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke, di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Di sinilah peran guru untuk membuat kurikulumnya sendiri yang dapat membuat peserta didik beajar secara aktif.
Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin popuper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media TIK khususnya internet. Menurut Rosenberg (2001), e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. Sejalan dengan perkembangan TIK itu sendiri pengertian e-learning menjadi lebih luas yaitu pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, video tape, transmisi satellite atau komputer (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).
Saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruc-tion), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning System), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dan sebagainya.
Selain e-learning, potensi TIK dalam pembelajaran di sekolah dapat juga memanfaatkan e-laboratory dan e-library. Adanya laboratorium virtual (virtual lab) memungkinkan guru dan siswa dapat belajar menggunakan alat-alat laboratorium atau praktikum tidak di laboratorium secara fisik, tetapi dengan menggunakan media komputer. Perpustakaan elektronik (e-library) sekarang ini sudah menjangkau berbagai sumber buku yang tak terbatas untuk bisa diakses tanpa harus membeli buku/sumber belajar tersebut.
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka. Globalisasi juga membawa peran yang sangat penting dalam mengarahkan dunia pendidikan kita dengan memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. Sebenarnya, ada empat level pemanfaatan TIK untuk pendidikan menurut UNESCO, yaitu: Level 1: Emerging - baru menyadari pentingnya TIK untuk pendidikan; Level 2: Applying - baru mempelajari TIK (learning tom use ICT); Level 3: Integrating - belajar melalui dan atau meng-gunakan TIK (using ICT to learn); Level 4: Transforming - dimana TIK telah menjadi katalis efektifitas dan efisiensi pembelajaran serta reformasi pendidikan secara umum.
Salah satu bentuk produk TIK yang sedang “ngetrend” saat ini adalah internet yang berkembang pesat di penghujung abad 20 dan di ambang abad 21. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan umat manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet merupakan salah satu instrumen dalam era globalisasi yang telah menjadikan dunia ini menjadi transparan dan terhubungkan dengan sangat mudah dan cepat tanpa mengenal batas-batas kewilayahan atau kebangsaan. Melalui internet setiap orang dapat mengakses ke dunia global untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang dan pada gilirannya akan memberikan pengaruh dalam keseluruhan perilakunya. Dalam kurun waktu yang amat cepat beberapa dasawarsa terakhir telah terjadi revolusi internet di berbagai negara serta penggunaannya dalam berbagai bidang kehidupan. Keberadaan internet pada masa kini sudah merupakan satu kebutuhan pokok manusia modern dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan global. Kondisi ini sudah tentu akan memberikan dampak terhadap corak dan pola-pola kehidupan umat manusia secara keseluruhan. Dalam kaitan ini, setiap orang atau bangsa yang ingin lestari dalam menghadapi tantangan global, perlu meningkatkan kualitas dirinya untuk beradaptasi dengan tuntutan yang berkembang. TIK telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara guru dengan siswa baik di kelas maupun di luar kelas.
Di masa-masa mendatang, arus informasi akan makin meningkat melalui jaringan internet yang bersifat global di seluruh dunia dan menuntut siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan itu kalau tidak mau ketinggalan jaman. Dengan kondisi demikian, maka pendidikan khususnya proses pembelajaran cepat atau lambat tidak dapat terlepas dari keberadaan komputer dan internet sebagai alat bantu utama.
Salah satu tulisan yang berkenaan dengan dunia pendidikan disampaikan oleh Robin Paul Ajjelo dengan judul “Rebooting: The Mind Starts at School”. Dalam tulisan tersebut dikemukakan bahwa ruang kelas di era millenium yang akan datang akan jauh berbeda dengan ruang kelas seperti sekarang ini yaitu dalam bentuk seperti laboratorium komputer di mana tidak terdapat lagi format anak duduk di bangku dan guru berada di depan kelas. Ruang kelas di masa yang akan datang disebut sebagai “cyber classroom” atau “ruang kelas maya” sebagai tempat anak-anak melakukan aktivitas pembelajaran secara individual maupun kelompok dengan pola belajar yang disebut “interactive learning” atau pembelajaran interaktif melalui komputer dan internet. Anak-anak berhadapan dengan komputer dan melakukan aktivitas pembelajaran secara interaktif melalui jaringan internet untuk memperoleh materi belajar dari berbagai sumber belajar. Anak akan melakukan kegiatan belajar yang sesuai dengan kondisi kemampuan individualnya sehingga anak yang lambat atau cepat akan memperoleh pelayanan pembelajaran yang sesuai dengan dirinya. Kurikulum dikembangkan sedemikian rupa dalam bentuk yang lebih kenyal atau lunak dan fleksibel sesuai dengan kondisi lingkungan dan kondisi anak sehingga memberikan peluang untuk terjadinya proses pembelajaran maju berkelanjutan baik dalam dimensi waktu maupun ruang dan materi. Dalam situasi seperti ini, guru bertindak sebagai fasilitator pembelajaran sesuai dengan peran-peran sebagaimana dikemukakan di atas.
Robin Paul Ajjelo juga mengemukakan secara ilustratif bahwa di masa-masa mendatang isi tas anak sekolah bukan lagi buku-buku dan alat tulis seperti sekarang ini, akan tetapi berupa: (1) komputer notebook dengan akses internet tanpa kabel, yang bermuatan materi-materi belajar yang berupa bahan bacaan, materi untuk dilihat atau didengar, dan dilengkapi dengan kamera digital serta perekam suara, (2) Jam tangan yang dilengkapi dengan data pribadi, uang elektronik, kode sekuriti untuk masuk rumah, kalkulator, dsb. (3) Videophone bentuk saku dengan perangkat lunak, akses internet, permainan, musik, dan TV, (4) alat-alat musik, (5) alat olah raga, dan (6) bingkisan untuk makan siang. Hal itu menunjukkan bahwa segala kelengkapan anak sekolah di masa itu nanti berupa perlengkapan yang bernuansa internet sebagai alat bantu belajar.
Namun sayangnya, di negeri kita yang kaya ini, dan terdiri dari berbagai pulau, hal di atas masih seperti mimpi karena struktur dan kultur serta SDM guru yang profesional belum merata dengan baik. Di berbagai kota besar seperti Jakarta misalnya, beberapa sekolah maju dan internasional telah mengaplikasikannya, tetapi buat sekolah-sekolah di daerah, mungkin masih jauh panggang dari api dalam mengaplikasikan TIK.
Meskipun TIK dalam bentuk komputer dan internet telah terbukti banyak menunjang proses pembelajaran anak secara lebih efektif dan produktif, namun di sisi lain masih banyak kelemahan dan kekurangan. Dari sisi kegairahan kadang-kadang anak-anak lebih bergairah dengan internetnya itu sendiri dibandingkan dengan materi yang dipelajari. Terkadang anak-anak lebih senang bermain games ketimbang materi yang diberikan oleh guru. Karena games sangat menarik peserta didik untuk rehat sejenak dari segala pembelajaran yang diterimanya di sekolah. Dapat juga terjadi proses pembelajaran yang terlalu bersifat individual sehingga mengurangi pembelajaran yang bersifat sosial. Dari aspek informasi yang diperoleh, tidak terjamin adanya ketepatan informasi dari internet sehingga sangat berbahaya kalau anak kurang memiliki sikap kritis terhadap informasi yang diperoleh. Bagi anak-anak sekolah dasar penggunaan internet yang kurang proporsional dapat mengabaikan peningkatan kemampuan yang bersifat manual seperti menulis tangan, menggambar, berhitung, dan sebagainya. Dalam hubungan ini guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara proporsional dan demikian pula perlunya kerjasama yang baik dengan orang tua untuk membimbing anak-anak belajar di rumah masing-masing.
a. Pergeseran pandangan tentang pembelajaran
Untuk dapat memanfaatkan TIK dalam memperbaiki mutu pembelajaran, ada tiga hal yang harus diwujudkan yaitu (1) siswa dan guru harus memiliki akses kepada teknologi digital dan internet dalam kelas, sekolah, dan lembaga pendidikan guru, (2) harus tersedia materi yang berkualitas, bermakna, dan dukungan kultural bagi siswa dan guru, dan (3) guru harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan alat-alat dan sumber-sumber digital untuk membantu siswa agar mencapai standar akademik. Sejalan dengan pesatnya perkembangan TIK, maka telah terjadi pergeseran pandangan tentang pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. Dalam pandangan tradisional proses pembelajaran dipandang sebagai: (1) sesuatu yang sulit dan berat, (2) upaya mengisi kekurangan siswa, (3) satu proses transfer dan penerimaan informasi, (4) proses individual atau soliter, (5) kegiatan yang dilakukan dengan menjabarkan materi pelajaran kepada satuan-satuan kecil dan terisolasi, (6) suatu proses linear. Sejalan dengan perkembangan TIK telah terjadi perubahan pandangan mengenai pembelajaran yaitu pembelajaran sebagai: (1) proses alami, (2) proses sosial, (3) proses aktif dan pasif, (4) proses linear dan atau tidak linear, (5) proses yang berlangsung integratif dan kontekstual, (6) aktivitas yang berbasis pada model kekuatan, kecakapan, minat, dan kultur siswa, (7) aktivitas yang dinilai berdasarkan pemenuhan tugas, perolehan hasil, dan pemecahan masalah nyata baik individual maupun kelompok.
Hal itu telah mengubah peran guru dan siswa dalam pembelajaran. Peran guru telah berubah dari: (1) sebagai penyampai pengetahuan, sumber utama informasi, ahli materi, dan sumber segala jawaban, menjadi sebagai fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, navigator pengetahuan, dan mitra belajar; (2) dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran, menjadi lebih banyak memberikan lebih banyak alternatif dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam proses pembelajaran. Sementara itu peran siswa dalam pembelajaran telah mengalami perubahan yaitu: (1) dari penerima informasi yang pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran, (2) dari mengungkapkan kembali pengetahuan menjadi menghasilkan dan berbagai pengetahuan, (3) dari pembelajaran sebagai aktiivitas individual (soliter) menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan siswa lain.
Lingkungan pembelajaran yang di masa lalu berpusat pada guru, kini telah bergeser menjadi berpusat pada siswa. Secara rinci dapat digambarkan sebagai berikut:
Lingkungan Berpusat pada GURU Berpusat pada SISWA
Aktivitas kelas Guru sebagai sentral dan bersifat didaktis Siswa sebagai sentral dan bersifat interaktif
Peran guru Menyampaikan fakta-fakta, guru sebagai ahli Kolaboratif, kadang-kadang siswa sebagai ahli
Penekanan pengajaran Mengingat fakta-fakta Hubungan antara informasi dan temuan
Konsep pengetahuan Akumulasi fakta secara kuantitas Transformasi fakta-fakta
Penampilan keberhasilan Penilaian acuan norma Kuantitas pemahaman, pe-nilaian acuan patokan
Penilaian Soal-soal pilihan berganda Portofolio, pemecahan masalah, dan penampilan
Penggunaan teknologi Latihan dan praktek Komunikasi, akses, kolaborasi, ekspresi
b. Kreativitas dan kemandirian belajar
Dengan memperhatikan pengalaman beberapa negara sebagaimana dikemukakan di atas, jelas sekali TIK mempunyai pengaruh yang cukup berarti terhadap proses dan hasil pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas. TIK telah memungkinkan terjadinya individuasi, akselerasi, pengayaan, perluasan, efektivitas dan produktivitas pembelajaran yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas pendidikan sebagai infrastruktur pengembangan SDM secara keseluruhan. Melalui penggunaan TIK setiap siswa akan terangsang untuk belajar maju berkelanjutan sesuai dengan potensi dan kecakapan yang dimilikinya. Pembelajaran dengan menggunakan TIK menuntut kreativitas dan kemandirian diri sehingga memungkinkan mengembangkan semua potensi yang dimilikinya..
Dalam menghadapi tantangan kehidupan modern di abad-21 ini kreativitas dan kemandirian sangat diperlukan untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tuntutan. Kreativitas sangat diperlukan dalam hidup ini dengan beberapa alasan antara lain: pertama, kreativitas memberikan peluang bagi individu untuk mengaktualisasikan dirinya, kedua, kreativitas memungkinkan orang dapat menemukan berbagai alternatif dalam pemecahan masalah, ketiga, kreativitas dapat memberikan kepuasan hidup, dan keempat, kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya. Dari segi kognitifnya, kreativitas merupakan kemampuan berfikir yang memiliki kelancaran, keluwesan, keaslian, dan perincian. Sedangkan dari segi afektifnya kreativitas ditandai dengan motivasi yang kuat, rasa ingin tahu, tertarik dengan tugas majemuk, berani menghadapi resiko, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, memiliki rasa humor, selalu ingin mencari pengalaman baru, menghargai diri sendiri dan orang lain, dan sebagainya. Karya-karya kreatif ditandai dengan orisinalitas, memiliki nilai, dapat ditransformasikan, dan dapat dikondensasikan. Selanjutnya kemandirian sangat diperlukan dalam kehidupan yang penuh tantangan ini sebab kemandirian merupakan kunci utama bagi individu untuk mampu mengarahkan dirinya ke arah tujuan dalam kehidupannya. Kemandirian didukung dengan kualitas pribadi yang ditandai dengan penguasaan kompetensi tertentu, konsistensi terhadap pendiriannya, kreatif dalam berfikir dan bertindak, mampu mengendalikan dirinya, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap berbagai hal.
Dengan memperhatikan ciri-ciri kreativitas dan kemandirian tersebut, maka dapat dikatakan bahwa TIK memberikan peluang untuk berkembangnya kreativitas dan kemandirian siswa. Pembelajaran dengan dukungan TIK memungkinkan dapat menghasilkan karya-karya baru yang orsinil, memiliki nilai yang tinggi, dan dapat dikembangkan lebih jauh untuk kepentingan yang lebih bermakna. Melalui TIK siswa akan memperoleh berbagai informasi dalam lingkup yang lebih luas dan mendalam sehingga meningkatkan wawasannya. Hal ini merupakan rangsangan yang kondusif bagi berkembangnya kemandirian anak terutama dalam hal pengembangan kompetensi, kreativitas, kendali diri, konsistensi, dan komitmennya baik terhadap diri sendiri maupun terhadap pihak lain.
2. Peran guru dalam mengaplikasikan TIK di sekolah
Semua hal itu tidak akan terjadi dengan sendirinya karena setiap siswa memiliki kondisi yang berbeda antara satu dengan lainnya. Siswa memerlukan bimbingan baik dari guru maupun dari orang tuanya dalam melakukan proses pembelajaran dengan dukungan TIK. Dalam kaitan ini guru memegang peran yang amat penting dan harus menguasai seluk beluk TIK dan yang lebih penting lagi adalah kemampuan memfasilitasi pembelajaran anak secara efektif. Peran guru sebagai pemberi informasi harus bergeser menjadi manajer pembelajaran dengan sejumlah peran-peran tertentu, karena guru bukan satu-satunya sumber informasi melainkan hanya salah satu sumber informasi. Dalam bukunya yang berjudul “Reinventing Education”, Louis V. Gerstmer, Jr. dkk (1995), menyatakan bahwa di masa-masa mendatang peran-peran guru mengalami perluasan yaitu guru sebagai: pelatih (coaches), konselor, manajer pembelajaran, partisipan, pemimpin, pembelajar, dan pengarang. Sebagai pelatih (coaches), guru harus memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi siswa untuk mengembangkan cara-cara pembelajarannya sendiri sesuai dengan kondisi masing-masing. Guru hanya memberikan prinsip-prinsip dasarnya saja dan tidak memberikan satu cara yang mutlak. Hal ini merupakan analogi dalam bidang olah raga, di mana pelatih hanya memberikan petunjuk dasar-dasar permainan, sementara dalam permainan itu sendiri para pemain akan mengembangkan kiat-kiatnya sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang ada. Sebagai konselor, guru harus mampu menciptakan satu situasi interaksi belajar-mengajar, di mana siswa melakukan perilaku pembelajaran dalam suasana psikologis yang kondusif dan tidak ada jarak yang kaku dengan guru.
Disamping itu, guru diharapkan mampu memahami kondisi setiap siswa dan membantunya ke arah perkembangan optimal. Sebagai manajer pembelajaran, guru memiliki kemandirian dan otonomi yang seluas-luasnya dalam mengelola keseluruhan kegiatan belajar-mengajar dengan mendinamiskan seluruh sumber-sumber penunjang pembelajaran. Sebagai partisipan, guru tidak hanya berperilaku mengajar akan tetapi juga berperilaku belajar dari interaksinya dengan siswa. Hal ini mengandung makna bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar bagi anak, akan tetapi ia sebagai fasilitator pembelajaran siswa. Sebagai pemimpin, diharapkan guru mampu menjadi seseorang yang mampu menggerakkan orang lain untuk mewujudkan perilaku menuju tujuan bersama. Disamping sebagai pengajar, guru harus mendapat kesempatan untuk mewujudkan dirinya sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam berbagai kegiatan lain di luar mengajar. Sebagai pembelajar, guru harus secara terus menerus belajar dalam rangka menyegarkan kompetensinya serta meningkatkan kualitas profesionalnya. Sebagai pengarang, guru harus selalu kreatif dan inovatif menghasilkan berbagai karya yang akan digunakan untuk melaksanakan tugas-tugas profesionalnya. Guru yang mandiri bukan sebagai tukang atau teknisi yang harus mengikuti satu buku petunjuk yang baku, melainkan sebagai tenaga yang kreatif yang mampu menghasilkan berbagai karya inovatif dalam bidangnya. Hal itu harus didukung oleh daya abstraksi dan komitmen yang tinggi sebagai basis kualitas profesionaliemenya. Oleh karenanya, guru dituntut untuk membuat buku.
Sayangnya saat ini, masih banyak guru kita yang belum melek TIK atau ICT (Information and Communcation Technology). Mengacu pada hal tersebut di atas, sudah saatnya “GERAKAN MELEK ICT (ICT LITERACY MOVEMENT)” menjadi gerakan nasional yang sama “urgent”nya atau lebih “urgent” dibandingkan dengan GERAKAN KELUARGA BERENCANA di jaman Orde Baru dahulu, jaman Presiden Soeharto. Mudah-mudahan, dengan dibentuknya gerakkan melek ICT di sekolah, para guru dapat memaksimalkan potensi TIK dalam proses pembelajarannya. Pemerintah maupun swasta perlu bekerja sama dalam membantu guru melakukan pelatihan-pelatihan di bidang ICT, seperti penguasaan power point, ngeblog di internet, bikin software untuk bahan ajarnya, seperti menguasai program Macromedia Flash, Camtasia, dan lain sebagainya.
Aplikasi dan potensi TIK dalam pembelajaran di sekolah yang dikembangkan oleh guru dapat memberikan beberapa manfaat antara lain.
a. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, simulatif, dan menarik
b. Dapat menjelaskan sesuatu yang sulit / kompleks
c. Mempercepat proses yang lama
d. Menghadirkan peristiwa yang jarang terjadi
e. Menunjukkan peristiwa yang berbahaya atau di luar jangkauan
Kurikulum TIK yang sekarang ini telah dibuat oleh pusat kurikulum yang bekerjsama dengan Badan standar Nasional (BSNP) adalah kurikulum standar yang terdiri dari SK (Standar Kompetensi), dan KD (Kompetensi Dasar) yang masih harus dikembangkan oleh guru itu sendiri dalam mengaplikasikannya sesuai dengan kondisi sekolah. Guru TIK dituntut untuk membuat kurikulumnya sendiri sesuai dengan SK dan KD dengan berbagai ragam pengayaan yang dimiliki oleh guru di daerahnya masing-masing. Sayangnya, banyak guru yang belum siap membuat kurikulumnya sendiri dan masih banyak guru yang copy and paste dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Padahal dlam KTSP guru diberikan kebebasan untuk berkreativitas dalam memberikan materi pengayaan kepada para peserta didiknya.
B. PENUTUP
Aplikasi dan potensi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa pergeseran pandangan tentang pembelajaran dan peran guru dalam proses pembelajaran di sekolah. Penerapan TIK dalam pembelajaran memungkinkan kegiatan belajar mengajar lebih interaktif, simulatif dan lebih menarik. Oleh karena itu guru di era globalisasi informasi ini dituntut untuk mampu menguasai dan mengalipkasikan TIK dalam pembelajaran. Mengajak peserta didik untuk mampu memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mampu meciptakan informasi dengan membangun connecting and sharing.
Perubahan paradigma dalam proses pembelajaran dari pembelajaran konvensional ke pembelajaran yang beriorientasi pada penerapan TIK akan mempercepat peningkatan kualitas pendidikan yang pada akhirnya dapat mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain di dunia.
Bagaimanapun banyaknya dampak positif dalam penerapan TIK dalam pembelajaran di sekolah, kita mempunyai tanggungjawab bersama dalam meminimalisasi dampak negatif yang muncul baik secara individual, maupun sosial. Jangan iarkan anak-anak kita terlalu asyik dengan facebooknya dan games-games online lainnya. Anak harus diajarkan untuk mampu membaca dan menulis. Menciptakan informasi di dunia maya, walupun kita tahu dunia maya tak secantik Luna Maya yang terkena kasus dengan tulisannya di situs sosial Twitter.
Mulai saat ini marilah kita tidak GATEK, dan tidak ALERGI dengan TIK. Siapa yang menguasai TIK, pasti dia akan menguasai dunia. Kita pun merasakan bahwa masih banyak yang harus disempurnakan untuk memperbaharui kurikulum TIK yang ada di sekolah-sekolah kita. Perlu kerjasama (kolaborasi) antara guru di sekolah dan dosen di perguruan tinggi untuk memperbaiki kualitas kurikulum TIK di Indonesia. Jangan sampai terjadi tumpang tindih materi dalam mengaplikasikan TIK. Semoga struktur dan kultur berjalan seimbang di sekolah-sekolah kita, sehingga aplikasi dan potensi TIK dalam pembelajaran di sekolah berjalan dengan baik dan sesuai dengan kurikulum yang diharapkan oleh pemerintah. ANDA BUTUH SKRIPSI??

Peran Teknologi Komunikasi dan Informasi Dalam Pendidikan

Peran Teknologi Komunikasi dan Informasi
dalam Penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh Secara Online di Indonesia
Pendahuluan
Pendidikan jarak jauh adalah sekumpulan metoda pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik, misalnya karena peserta ajar bertempat tinggal jauh dari lokasi institusi pendidikan. Pemisah dapat pula jarak non-fisik yaitu berupa keadaan yang memaksa seseorang yang tempat tinggalnya dekat dari lokasi institusi pendidikan namun tidak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di institusi tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh.
Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat keterbatasan tenaga pengajar yang berkualitas. Pada sistem pendidikan pelatihan ini tenaga pengajar dan peserta didik tidak harus berada dalam lingkungan geografi yang sama.
Tujuan dari pembangunan sistem ini antara lain menerapkan aplikasi-aplikasi pendidikan jarak jauh berbasis web pada situs-situs pendidikan jarak jauh yang dikembangkan di lingkungan di Indonesia yakni bekerja dengan sama mitra-mitra lainnya.
Secara sederaha dipahami sistem ini terdiri dari kumpulan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan pendidikan jarak jauh hingga penyampaian materi pendidikan jarak jauh tersebut dapat dilakukan dengan baik.
Sarana penunjang dari pendidikan jarak jauh ini adalah teknologi informasi. Kemunculan teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online, baik pendidikan formal atau non-formal, dengan menggunakan fasilitas Internet.Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge).
.Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan. Seorang lulusan sarjana dapat melanjutkan ke pendidikan magister secara online ke salah satu Perguruan tinggi yang diminatinya.

Sistem Pendidikan Jarak Jauh
Meskipun teknologi merupakan bagian integral dari pendidikan jarak jauh, namun program pendidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional mahasiswa, dari pada teknologinya sendiri. Perlu juga untuk dipertimbangkan; umur, kultur, latar belakang sosioekonomi, interes, pengalaman, level pendidikan, dan terbiasa dengan metoda pendidikan jarak jauh. Faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri dosen, pengalaman, mudah menggunakan perlatan, kreatif menggunakan alat, dan menjalin interkasi dengan mahasiswa.
Pada pembangunan sistem perlu diperhatikan tentang disain dan pengembangan sistem, interactivity, active learning, visual imagery, dan komunikasi yang efektif. Disain dan pengembangan sistem.
proses pengembangan instruksional untuk pendidikan jarak jauh, terdiri dari tahap perancangan, pengembangan, evaluasi, dan revisi. Dalam mendesain instruksi pendidikan jarak jauh yang efektif, harus diperhatikan, tidak saja tujuan, kebutuhan, dan karakteristik dosen dan mahasiswa, tetapi juga kebutuhan isi dan hambatan teknis yang mungkin terjadi. Revisi dilakukan berdasarkan masukan dari instruktur, spesialis pembuat isi, dan mahasiswa selama dalam proses berjalan.
Interactivity. Keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh antara lain ditentukan oleh adanya interaksi antara dosen dan mahasiswa, antara mahasiswa dan lingkungan pendidikan, dan antara mahasiswa.
Active learning. Partisipasi aktif peserta pendidikan jarak jauh mempengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.
Visual imagery. Pembelajaran lewat televisi dapat memotivasi dan merangsang keinginan dalam proses pembelajaran. Namun jangan sampai terjadi distorsi karena adanya hiburan. Harus ada penseleksian antara informasi yang tidak berguna dengan yang berkualitas, menentukan mana yang layak dan tidak, mengidentifikasi penyimpangan, membedakan fakta dari yang bukan fakta, dan mengerti bagaimana teknologi dapat memberikan informasi berkualitas.
Komunikasi yang efektif. Desain instruksional dimulai dengan mengerti harapan pemakai, dan mengenal mereka sebagai individual yang mempunyai pandangan berbeda dengan perancang sistem. Dengan memahami keingingan pemakai maka dapat dibangun suatu komunikasi yang efektif.


Audio Conferencing
Group Conferencing


Pendidikan Jarak Jauh Secara Online
Perkembangan teknologi selalu mempunyai peran yang sangat tinggi dan ikut memberikan arah perkembangan dunia pendidikan. Dalam sejarah perkembangan pendidikan, teknologi informasi adalah bagian dari media yang digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak, mulai dari teknologi percetakan beberapa abad yang lalu, seperti buku yang dicetak, hingga media telekomunikasi seperti, suara yang direkam pada kaset, video, televisi, dan CD. Perkembangan teknologi informasi saat ini, Internet, mengarahkan sejarah teknologi pendidikan pada alur yang baru. Layanan online dalam pendidikan baik bergelar maupun tidak bergelar pada dasarnya adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (mahasiswa) dengan menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian, penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.
Faktor utama dalam Pendidikan jarak jauh secara online yang dikenal sebagai distance learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara dosen dan mahasiswanya. Namun demikian, dengan media internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan cara diatas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa. Demikian pula dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh dosen dapat pula dilakukan dengan cara yang sama. Penyelesaian administratif juga dapat diselesaikan langsung dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran online.
Pendidikan jarak jauh secara online mengatasi keterbatasan yang ada pada jenis-jenis pendidikan jarak jauh yang lain (yang sebenarnya juga sudah sarat teknologi), yaitu pendidikan jarak jauh dengan satelit serta teknologi televisi. Pada kedua teknologi di atas, mahasiswa masih harus berjalan ke fasilitas-fasilitas pendidikannya; sedangkan peralatannya bersifat khusus dan mahal. Kini dengan pendidikan online lewat internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah dengan peralatan komputer sendiri.

Dari Sudut Pandang Dosen
Dari sudut pandang dosen, solusi pendidikan online ini harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
� Mudah digunakan
� Memungkinkan pembuatan bahan kuliah online dan kelas online dengan cepat dan mudah
� Hanya memerlukan pelatihan minimal
� Memungkinkan pengajaran dengan cara mereka sendiri
� Memungkinkan mereka mengendalikan lingkungan pengajaran

Dari Sudut Pandang Mahasiswa
Dari sudut mahasiswa yang dicari adalah
� Fleksibilitas dalam mengambil mata kuliah
� Bahan kuliah yang lebih kaya dibandingkan yang didapat di kelas
� Berjalan di komputer yang sudah mereka miliki
� Menyertakan kolaborasi antarmahasiswa seperti cara tradisional
� Mencakup konsultasi dengan dosen, diskusi kelas, teman belajar, dan proyek-proyek bersama.

Pendidikan Jarak Jauh Berbasis Web Secara Online
Bila kembali ke konsep dasar pada suatu sistem pendidikan tradisional yang dilakukan saat ini, para mahasiswa dan dosen bertemu pada suatu tempat dan waktu tertentu. Sistem pendidikan tradisional ini kelak akan bergeser kepada pendidikan jarak jauh dengan dilandasi bahwa agak sulit untuk mengumpulkan peserta kursus, training atau pendidikan pada satu waktu dan tempat tertentu sedangkan peserta tersebar di wilayah yang berbeda-beda dan pada dasarnya materi-materi yang seharusnya disampaikan di kelas, dapat diberikan tanpa kehadiran para mahasiswa dan dosen secara langsung di kelas.

Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat dewasa ini, khususnya perkembangan teknologi internet turut mendorong berkembangnya konsep pembelajaran jarak jauh ini. Ciri teknologi internet yang selalu dapat diakses kapan saja, dimana saja, multiuser serta menawarkan segala kemudahannya telah menjadikan internet suatu media yang sangat tepat bagi perkembangan pendidikan jarak jauh selanjutnya.

Penggunaan teknologi informasi dalam menunjang suatu sistem pendidikan jarak jauh harus diperhatikan dari bentuk pendidikan yang diberikan. Suatu kursus bahasa Inggris salah satunya, pada akhir perkuliahan mahasiswa dituntut untuk mempunyai reading dan listening skill yang baik, untuk itu medianya dapat berupa sound, gambar dan bentuk multimedia lainnya yang dapat di kirimkan melalui internet.

Bila dibatasi pada web based distance learning maka pengguna, dalam hal ini dosen dan mahasiswa memerlukan fasilitas internet untuk tetap menjaga konektivitas dengan pendidikan jarak jauh tersebut. Kemampuan mahasiswa untuk tetap menjaga konektivitas menentukan bagi kesinambungan suatu sistem pendidikan jarak jauh. Apabila kita umpamakan suatu pendidikan jarak jauh berbasis web sebagai suatu community maka di dalamnya harus dapat memfasilitasi bertemunya atau berinteraksinya mahasiswa dan dosen. Agak sulit memang untuk memindahkan apa yang biasa dilakukan oleh dosen di depan kelas kepada suatu bentuk web yang harus melibatkan interaksi berbagai komponen di dalamnya. Adanya sistem ini membuat mentalitas dosen dan mahasiswa harus berubah, perbedaan karakteristik dosen dalam mengajar tidak tampak dalam metode ini. Seperti layaknya sebuah perguruan tinggi, metode ini juga harus mampu memberikan informasi perkuliahan kepada mahasiswa. Informasi itu harus selalu dapat diakses oleh siswa dan dosen serta selalu diperbaharui setiap waktu. Informasi yang sering dibutuhkan itu berupa silabus kuliah, jadwal kuliah, pengumuman, siapa saja peserta kuliah, materi kuliah dan penilaian atas prestasi siswa.

Suatu pendidikan jarak jauh berbasis web antara lain harus memiliki unsur sebagai berikut :
1. Pusat kegiatan siswa; sebagai suatu community web based distance learning harus mampu menjadikan sarana ini sebagai tempat kegiatan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat menambah kemampuan, membaca materi kuliah, mencari informasi dan sebagainya.
2. Interaksi dalam grup; Para mahasiswa dapat berinteraksi satu sama lain untuk mendiskusikan materi-materi yang diberikan dosen. Dosen dapat hadir dalam group ini untuk memberikan sedikit ulasan tentang materi yang diberikannya.
3. Sistem administrasi mahasiswa; dimana para mahasiswa dapat melihat informasi mengenai status mahasiswa, prestasi mahasiswa dan sebagainya
4. Pendalaman materi dan ujian; Biasanya dosen sering mengadakan quiz singkat dan tugas yang bertujuan untuk pendalaman dari apa yang telah diajarkan serta melakukan test pada akhir masa belajar. Hal ini juga harus dapat diantisipasi oleh web based distance learning
5. Perpustakaan digital; Pada bagian ini, terdapat berbagai informasi kepustakaan, tidak terbatas pada buku tapi juga pada kepustakaan digital seperti suara, gambar dan sebagainya. Bagian ini bersifat sebagai penunjang dan berbentuk database.
6. Materi online diluar materi kuliah; Untuk menunjang perkuliahan, diperlukan juga bahan bacaan dari web lainnya. Karenanya pada bagian ini, dosen dan siswa dapat langsung terlibat untuk memberikan bahan lainnya untuk di publikasikan kepada mahasiswa lainnya melalui web.

Mewujudkan ide dan keinginan di atas dalam suatu bentuk realitas bukanlah suatu pekerjaan yang mudah tapi bila kita lihat ke negara lain yang telah lama mengembangkan web based distance learning, sudah banyak sekali institusi atau lembaga yang memanfaatkan metode ini. Bukan hanya skill yang dimiliki oleh para engineer yang diperlukan tapi juga berbagai kebijaksanaan dalam bidang pendidikan sangat mempengaruhi perkembangannya. Jika dilihat dari kesiapan sarana pendukung misalnya hardware maka agaknya hal ini tidak perlu diragukan lagi. Hanya satu yang selalu menjadi perhatian utama pengguna internet di Indonesia yaitu masalah bandwidth, tentunya dengan bandwidth yang terbatas ini mengurangi kenyamanan khususnya pada non text based material.


Pendidikan Secara Online di luar negeri
Di luar negeri, khususnya di negara maju, pendidikan jarak jauh telah merupakan alternatif pendidikan yang cukup digemari. Metoda pendidikan ini diikuti oleh para mahasiswa, karyawan, eksekutif, bahkan ibu rumah tangga dan orang lanjut usia (pensiunan). Beberapa tahun yang lalu pertukaran materi dilakukan dengan surat menyurat, atau dilengkapi dengan materi audio dan video. Saat ini hampir seluruh program distance learning di Amerika, Australia dan Eropa dapat juga diakses melalui internet. Studi yang dilakukan oleh Amerika, sangat mendukung dikembangkannya e-learning, menyatakan bahwa computer based learning sangat efektif, memungkinkan 30% pendidikan lebih baik, 40% waktu lebih singkat, dan 30% biaya lebih murah. Bank Dunia (World bank) pada tahun 1997 telah mengumumkan program Global Distance Learning Network (GDLN) yang memiliki mitra disebanyak 80 negara di seluruh dunia (sampai dengan Juni 2000, pusat yang beroperasi baru 15 negara, dan 5 diantaranya di Asia tetapi belum di Indonesia). Melalui GDLN ini maka World Bank dapat memberikan e-learning kepada mahasiswa 5 kali lebih banyak (dari 30 menjadi 150 mahasiswa) dengan biaya 31% lebih murah

Hampir separuh dari sekitar 3.900 lembaga pendidikan tinggi di Amerika Serikat menyelenggarakan sejenis pendidikan jarakjauh (distance education / distance learning ). Pendidikan jarak jauh bukanlah hal baru. Pada awalnya dimulai dengan kursus tertulis dan dalam bentuk pendidikan tinggi formal berbentuk Universitas Terbuka (Open University). Pada awal terselenggaranya, pendidikan jarak jauh oleh masyarakat dianggap sebagai jenis pendidikan alternatif atau pendidikan kelas dua. Kalah bergengsi dengan pendidikan konvensional yangmengharuskan kehadiran mahasiswa.

Selama tiga tahun terakhir ini lebih dari 80% pendidikan jarak jauh diselenggarakan secara online melalui Internet. Besarnya investasi serta kepiawaian teknologi dalam meramu pendidikan ini, serta apresiasi masyarakat yang tinggi terhadap teknologi, membuat pendidikan jarak jauh secara online tidak kalah atau bahkan lebih bergengsi dibandingkan pendidikan konvensional. Kini bahkan untuk pendidikan konvensional pun universitas-universitas menyelenggarakan pendidikan online.

Prospek Pendidikan Secara Online di Indonesia
Karena pembatasan struktur budaya dan regulasi yang ada di Indonesia, maka pendidikan jarak jauh masih belum berkembang dengan pesat, namun tidak mustahil bahwa Indonesia harus mengikuti kecenderungan yang terjadi secara global ini.
Di Indonesia, prospek pendidikan jarak jauh dengan sarana internet juga telah menjadi perhatian dari beberapa kalangan, baik dari dunia pendidikan maupun dunia teknologi informasi.
Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 75 universitas negeri dan 1200 universitas dan perguruan tinggi swasta di Indonesia, dengan total kurang lebih bisa mencapai 5 juta mahasiswa yang merupakan potensi pengguna internet.
Sedangkan di Universitas Brawijaya sendiri program distance learning tersebut sudah terlaksana sejak Maret 2002 yang merupakan sebuah proyek kerjasama antara Universitas Brawijaya dengan SOI - ASIA ( School Of Internet ) salah satu kerja proyek WIDE (Sebuah Organisasi Distance Learning Internasional ) ,
Dimulai pada tahun 1997 dengan mendirikan campus environment pada infrastruktur Internet yang memungkinkan mahasiswa belajar tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Sampai sekarang, sekitar 700 mahasiswa terdaftar pada WIDE University termasuk dari universitas brawijaya, yang mana lebih dari setengahnya adalah orang dewasa yang berminat meneruskan pendidikan mereka melalui Internet. Pada WIDE University, lebih dari 800 jam kuliah tersedia melalui video archives, yang memungkinkan mahasiswa untuk belajar sendiri dengan bebas. Proyek SOI-Asia yang ditujukan untuk disumbangkan kepada pengembangan pendidikan tinggi di negara-negara Asia, didukung oleh Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) dan CSL of Ministry of Public Management, Home Affairs, Posts and Telecommunications di Jepang dan JSAT corporation, bekerjasama dengan Asia SEED Institute, WIDE Project dan AI3 (Asian Initiatives of Internet Infrastructure) Project. SOI - ASIA di ikuti oleh beberapa Universitas terpilih di Asia Tenggara diantaranya : Chulalongkorn University (Thailand), Asian Institute of Technology (Thailand), National University of Laos (Laos), University of Computer Studies (Yangon), Brawijaya University (Indonesia), Sam Ratulangi University (Indonesia), Hasanuddin University (Indonesia), Institut Teknologi Bandung (Indonesia), Asian Youth Fellowship (Malaysia), Institute Of Information Technology (Vietnam)

Penutup

Keberhasilan pendidikan jarak jauh ditunjang oleh adanya interaksi maksimal antara dosen dan mahasiswa, antara mahasiswa dengan berbagai fasilitas pendidikan, antara mahasiswa dengan mahasiswa lainnya, adanya pola pendidikan aktif dalam interaksi tersebut. Bila pendidikan bebasis pada web, maka diperlukan adanya pusat kegiatan mahasiswa, interaksi antar grup, administrasi penunjang sistem, pendalaman materi, ujian, perpustakan digital, dan materi online. Dari sisi Teknologi informasi; dunia Internet memungkinkan perombakan total konsep-konsep pendidikan yang selama ini berlaku. Teknologi informasi & telekomunikasi dengan murah & mudah akan menghilangkan batasan-batasan ruang & waktu yang selama ini membatasi dunia pendidikan. Beberapa konsekuensi logis yang terjadi antara lain adalah: (1) Mahasiswa dapat dengan mudah mengambil matakuliah dimanapun di dunia tanpa terbatas lagi pada batasan institusi & negara; (2) Mahasiswa dapat dengan mudah berguru pada orang-orang ahli / pakar di bidang yang diminatinya. Cukup banyak pakar di dunia ini yang dengan senang hati menjawab berbagai pertanyaan yang datang; (3) Kuliah bahkan dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru dunia tanpa tergantung pada universitas tempat si mahasiswa belajar. Artinya konsep universitas terbuka akan semakin membaur dalam universitas tradisional. Tinggal masalah akreditasi dari kuliah yang diambil di universitas di manca negara melalui Internet untuk di akui sebagai bagian dari kredit untuk kesarjanaannya di universitas lokal. Konsekuensi yang akan terjadi adalah pergeseran nilai-nilai kuliah yang tadinya sangat rigid & harus diambil di universitas lokal menjadi terbuka untuk diambil dari universitas lain di dunia.

Penulis : Nick Natha Wibawa
Alamat : Melati 25 Denpasar

Mengapa Yahudi Kuat?

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--"Saya tahu mengapa Yahudi kuat.” Ucapan pascatindakan tiran Israel atas relawan untuk Gaza itu membuat saya menoleh. Ketika demi kebenaran politis semua memisah kan kelakuan Israel dengan Yahudi, ia justru menekankan faktor Yahudi, ia benar. Israel tak akan dapat dipisah dari Yahudi. Ia sebut ada dua hal yang menjadi faktor kekuatan Yahudi hingga berani mengabai kan dunia.

Faktor genetis tentu saja. Sebagai keturunan langsung para cicit Nabi Ibrahim mereka jelas berkualitas. Tapi, lebih dari itu, “mereka kaum yang biasa hijrah.” Lorong-lorong sempit di Cordoba Spa nyol membenarkan adanya ‘budaya hijrah’ Yahudi itu. Persis di sisi masjid Cordoba yang dibangun oleh Khalifah Abdurrahman I di abad ke-8 Masehi, perkampungan Yahudi atau Judeira berkembang.

Sebuah perkampungan lama yang hingga kini masih menyisakan rumah Maimonides, intelektual terbesar Yahudi yang banyak berinteraksi dengan pemikir besar Muslim Ibnu Rusyd. Di situ pula satu-satunya sinagog yang tersisa dari ’pembersihan Islam dan Yahudi’ di Spanyol berada.

Dalam riwayat disebutkan bahwa saat Tariq bin Ziyad sukses dalam misi tahun 710 M, di Andalusia sudah terdapat komunitas besar Yahudi , di samping komunitas Visi ghot serta Iberia. Sejarah hijrah Yahudi bahkan dapat dilacak dari masa yang sa ngat lama, seperti pada generasi pertama. Yakni, ketika anak-anak Israil (Nabi Yakub) pindah ke Mesir tempat saudaranya sempat mereka aniaya, (Nabi) Yusuf, menjadi wazir di sana.

Sekitar 800 tahun, Yahudi berjaya di Mesir sebelum kemudian Fir’aun memaksa mereka untuk kembali ke tanah Palestina. Serbuan Nebukadnezar dari Babilonia dan beberapa abad kemudian oleh Roma wi, memaksa Yahudi menyebar ke berbagai wilayah. Di Eropa selama berabad-abad mereka dalam tekanan karena dianggap bertanggung jawab atas kematian Yesus. Dalam kekuasaan Islam Andalusia, Yahudi sangat berjaya. Namun kemudian, di awal abad ke16, mereka dan warga Muslim di kejar-kejar dan dibantai di Spanyol. Di abad ke-20, Hitler menggenapi tekanan atas Yahudi.

Tak ada bangsa yang harus hijrah dan dalam tekanan seberat Yahudi. ‘Sunnatul lah’-nya, wajar bila kemudian tumbuh menjadi bangsa kuat, walaupun, kemudian menjadi semena-mena.. VOC yang meng awali penjajahan atas kawasan nusantara adalah Yahudi. Sistem ekonomi dunia saat ini dibangun oleh Yahudi. Raja dunia, Ame rika Serikat, tak lepas dari kendali Yahudi. Walaupun sukses Amerika sebenarnya ber akar pada semangat hijrah warganya yang berdatangan dari Eropa sejak abad ke-18 untuk mencari peruntungan di tanah baru.

Hijrah sebagai kunci pembangun kekuatan bukan monopoli Yahudi, melainkan prinsip umum. Kebangkitan Cina sekarang an tara lain juga merupakan hasil peran para Hoakiau atau Tionghoa perantauan. Sejarah panjang bangsa Han juga penuh dengan di namika hijrah dan petualangan di daratan Asia, mulai dari ekspedisi Zhang Qian di abad ke-2 sebelum Masehi, hingga ekspedi si laut oleh Cheng Ho di abad ke-13.

Pertumbuhan ekonomi India sekarang merupa kan hasil dari diaspora warganya di seluruh dunia. Hampir tak ada lembaga penting in ternasional, baik badan-badan PBB maupun korporasi, yang tanpa warga India. Mereka bergerak untuk menjadi warga dunia, dengan
tetap menggenggam erat budaya sendiri.

Dalam sejarah masyarakat Quraish, arti penting hijrah dan ekspedisi untuk membangun kekuatan dan kemakmuran sudah ditunjukkan oleh Hasyim. Moyang Nabi Muhammad SAW. Dari Syria hingga Yaman merupakan wilayah jelajahan mereka. Nabi juga membangun kekuatan dan peradaban Islam melalui Hijrah di tahun 622 masehi, dan disusul dengan ekspedisi-ekspedisi ke berbagai kawasan mulai dari Ethiophia, Romawi, hingga Persia. Saat ini semangat hijrah dan eskpedisi di kalangan umat ini sudah sangat lemah. Wajar bila lalu menjadi umat yang lemah dan miskin. Umat, bahkan ulama, lebih sibuk mengkritisi satu sama lain atas nama agama.

Dalam sejarah nusantara, kekuatan dan kemakmuran juga dibangun dengan hijrah dan ekspedisi. Itu dimulai dari masa yang sangat lama, bahkan sebelum Sriwijaya yang di abad ke-8 sudah berdagang hingga Jepang. Majapahit dan kemudian kerajaankerajaan Islam seperti Samudera Pasai, Demak, Gowa hingga Ternate membangun peradaban dengan hijrah dan ekspedisi bisnis.

Semangat seperti itu sekarang jauh dari kuat. Ada jutaan TKI kita bekerja di luar negeri. Namun, umumnya baru sebatas mencari kerja sesaat, dan belum mengusung semangat hijrah. Iklim politik dan ekonomi kita juga tak mendorong "orientasi keluar". Kita umumnya sudah mapan dengan keadaan sekarang yang sepertinya hangat namun melemahkan.

Kita boleh saja mengeluh atas Israel (atau Yahudi) yang semena-mena. Tapi, bukankah lebih penting untuk membuat diri lebih kuat sebagaimana mereka memperkuat dengan semangat hijrah.

Kabar Terakhir Tentang Wartawan Pelembar Sepatu Bush

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT--Pejabat Hamas di Lebanon Ali Barakah menyambut wartawan Muntadhar Al Zaidi yang datang memberikan solidaritasnya kepada Gaza dan melawan blokade yang sudah berlangsung sejak empat tahun lalu. Dia adalah wartawan Irak yang dipenjara karena melemparkan sepatu ke arah George W Bush. Saat insiden terjadi, Bush masih menjadi presiden Amerika Serikat (AS).

Al Zaidi menyatakan kesiapannya pergi Gaza bersama armada bantuan kemanusiaan Freedom Flotilla untuk mendukung warga Gaza. Ia menegaskan bahwa pertempuran membebaskan Irak dan Palestina adalah satu paket. Barakah menyambut baik Muntadzar Al Zaidi dan menyebutnya sebagai manusia paling sejuk hatinya dari kalangan bangsa Arab dan kaum Muslim

Barakah menegaskan, kekalahan Amerika di Irak adalah kekalahan Israel di Palestina. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada bangsa Irak dan Hamas yang berkomitmen memilih jalur perjuangan hingga tujuan bangsa Palestina untuk merdeka serta kembalinya pengungsi, bisa terwujud. Barakah memberikan penghargaan kepada jurnalis Al Zaidi sebagai ucapan terima kasih dan kesetiaan atas perjuangannya melawan penjajah Amerika juga Israel.

Coretan Lirik Lagu John Lennon Dilelang 1,2 juta Dolar

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK--Secarik kertas berisi lirik lagu tulisang tangan John Lennon dilelang di rumah lelang Sotheby's. Seorang kolektor Amerika yang membeli lirik lagu itu. Rumah lelang Sotheby's enggan membocorkan idenditas sang kolektor.

Ia membeli pada hari Jumat (18/6), senilai 1,2 juta dollar Amerika Serikat. Harga penutupan melebihi perkiraan pra-penjualan, antara 500.000 dollar dan 800.000 dollar.

Lirik lagu itu masih ditulis tangan, berjudul A Day in the Life. Merupakan lagu terakhir pada album klasik Beatles ‘Sgt Pepper's. Lonely Hearts Club Band’.

Majalah Rolling Stone menyebutkan lagu itu berada di nomor 26, dari kompilasi 500 lagu terbaik. Memenangkan empat penghargaan Grammy pada tahun 1968.

Lirik, yang dimulai dengan ‘Saya membaca berita hari ini, oh boy’, memicu kontroversi album dirilis pada tahun 1967. Lagu ini dilarang oleh BBC karena ada lirik, ‘Aku ingin mengubah Anda pada’, yang ditafsirkan mendukung penggunaan narkoba ilegal.

Astagfirullah, Satu Grup FB Sebut Nabi Muhammad sebagai Babi


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Kemudahan membuat grup dalam jejaring sosial Facebook, seringkali disalahgunakan untuk menyebar kebencian diantara kehidupan beragama dan rasis. Belum lama, sebuah grup di Facebook mengajak anggotanyauntuk menggambar Nabi Muhammad SAW.

Kini muncul sebuah grup di Facebook yang berpotensi menyebabkan kontroversi dengan menamakan dirinya "Muhammad SAW bukanlah NABI, melainkan BABI". Hingga saat ini grup tersebut memiliki 1.124 anggota dan menuliskan kantor pusatnya berada di Mekah.

Namun, hampir seluruh komunikasi dilakukan oleh pencipta kelompok itu dengan menggunakan bahasa Indonesia.

Kemudian, dalam akun grup tersebut juga memuat foto-foto yang menghina Nabi Muhammad SAW yang dapat memicu kemarahan umat muslim.

Sebagai pengguna akun Facebook, dapat melaporkan setiap kelompok yang dirasa tidak pantas. Dengan klik tombol "report group" yang tersedia di bagian bawah dari akun tersebut.

Hingga saat ini, grup tersebut masih aktif dan pihak Facebook belum melakukan aksi apapun terhadap akun kelompok tersebut.

GAWAT!!!! USAI GEMPA, MUNCUL SEMBURAN API DI SULAWESI

MAMUJU - SURYA- Semburan api disertai gas muncul di Dusun Lambara, Desa Kasano, Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pascagempa pukul 08.52, Rabu (16/6/2010) pagi tadi.

Menurut laporan ANTARA, semburan api disertai gas bermunculan dari dalam tanah pada empat titik di lokasi gempa di Dusun Lambara. Semburan api tersebut muncul dari bawah tanah yang retak setelah gempa berkekuatan 5,3 skala richter yang mengguncang Kabupaten Mamuju Utara pagi tadi.

Gempa di Mamuju Utara berpusat pada 1,44 Lintang Selatan dan 119,25 Bujur Timur dengan kedalaman 10 kilometer di perairan Sulawesi, berlokasi sekitar 91 km di bagian barat daya Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, namun gempa tersebut tidak berpotensi terjadinya tsunami

“Api muncul dari bawah tanah yang mengalami patahan. Patahan sepanjang 500 meter membelah jalan di lokasi gempa,” kata Kabag Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Utara, Saidiman Marto yang meninjau lokasi gempa.

Menurut dia, semburan api yang disertai gas dari dalam tanah itu tampak mengerikan karena tingginya mencapai tiga meter.

Menurut dia, awalnya seorang warga melihat ada percikan api. Iseng-iseng dia melemparkan korek api. Tidak disangka, api makin besar dan tak bisa dikendalikan lagi.

Ia mengatakan, Pemkab setempat telah mendatangkan sejumlah mobil pemadam kebakaran di lokasi gempa untuk memadamkan percikan api itu, namun petugas kesulitan memadamkan api, karena tidak bisa menjangkau titik api yang berada dalam hutan.

“Beruntung, titik api agak jauh dari lokasi rumah warga yang rusak berat ataupun yang rusak ringan serta jauh dari tempat pengungsian warga yang menjadi korban gempa sehingga semburan api tersebut tidak terlalu membahayakan,” katanya.

Ia mengatakan, sejumlah warga kehilangan sekitar 80 unit tempat tinggal akibat rusak parah serta sekitar 53 rumah lainnya rusak ringan.

USIA 12 TAHUN, 6 KALI MENCURI

Dua Bocah Pembobol Rumah Polisi
Jember - SURYA- Dua anak usia di bawah umur telah kenyang dengan pengalaman mencuri. Faktor ekonomi menyebabkan mereka memilih jalan nekat.

shock, terpukul, dan bingung. Itulah perasaan pasangan suami istri Suedi, 50, dan Sulami, 45, warga Jalan Sentot Prawirodirjo, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Pasutri tersebut tampak lelah saat menunggu di musala Polsek Sumbersari, Selasa (15/6).

Keduanya memang sedang menunggu kedatangan Kapolsek Sumbersari AKP Mas Ahmad Sujalmo yang saat itu masih mengikuti acara persiapan simulasi pengamanan pilkada. Suedi hendak mengambil becak miliknya yang ditahan di mapolsek.

Becak tersebut ditahan polisi karena dipakai mencuri anak Suedi, Ur, 17, bersama temannya Dv, 12. “Saya kaget ketika anak saya pulang, tangannya sudah dikecrek. Ada bapak-bapak polisi dan banyak orang di rumah saya. Saat itu pukul 03.30,” ujar Sulami. Ur tertangkap ketika mencuri di rumah seorang polisi pada Senin (14/6) pagi.

Meski UR dan Dv usianya di bawah umur, ternyata sudah seringkali mencuri.

Dv mengaku telah enam kali mencuri. Bahkan ia telah mencuri 10 tabung gas elpiji ukuran 3 dan 12 kilogram. Mereka beraksi dengan meloncati pagar rumah dan mengambil barang-barang yang ada di dalam pagar, tetapi tidak disimpan di rumah, seperti di depan dapur maupun di garasi rumah.

Dv dan Ur mengaku uang hasil curian mereka digunakan untuk makan dan membeli apa yang mereka inginkan seperti baju. “Ya kadang untuk mabuk, tetapi teman-teman yang mabuk,” kata Ur. Sebuah tabung elpiji ukuran 3 kilogram biasanya dijual dengan harga Rp 50.000.

Dv dan Ur tidak berpikir jauh bahwa perbuatan mereka bisa berbuntut panjang. Selama beberapa kali, pencurian berjalan mulus. Namun, tidak pada Senin (14/6) dini hari tersebut. Keduanya tertangkap tangan saat mengusung tabung elpiji kosong ukuran 12 kilogram dan ban mobil dengan becak.

Dari penelusuran Surya, Dv tidak sekolah. Bahkan sejak kecil, ia mengamen di kawasan pertokoan di pusat Kota Jember. Ibunya kerja sebagai tukang masak, sehingga jarang berada di rumah. Hanya sore hari, ibu dua anak itu berada di rumah dan malam harinya ia bekerja di sebuah warung. Sementara Ur merupakan 10 bersaudara dari keluarga tidak mampu. Ia bersama orangtua dan tiga saudaranya yang belum menikah tinggal di sebuah bangunan yang tidak digunakan milik ketua RT setempat. “Saya ngampung di tempatnya Pak RT,” kata Sulami. sri wahyunik

perempuan indonesia dijadikan budak sex di penang

Penang-Seorang WNI dijadikan budak seks oleh dua orang Bangladesh. Wanita malang itu akhirnya diselamatkan oleh Kantor Imigrasi setelah mereka menyerbu tempat penyekapan perempuan yang masuk Malaysia tanpa dokumen itu.

Abdul Rahman Hassan dari keimigrasian mengatakan bahwa wanita yang tidak disebutkan identitasnya itu dibebaskan di Weld Quay sekitar pukul 10 pagi waktu setempat dan menemukan perempuan berusia 20-an dikurung dalam kamar.

Dua orang Bangladesh berusia 30-an yang ada di rumah itu dan kemudian ditahan juga masuk Malaysia tanpa dokumen. Perempuan itu saat ini dalam perawatan di RS Penang untuk pemeriksaan kesehatan.

Dikabarkan bahwa wanita itu oleh dua pria Bangladesh ditawarkan kepada para pria yang berminat. Sehari wanita malang Indonesia ini harus melayani beberapa pria. Jika tidak menurut maka ia akan dipukuli dan disiksa. Selama dua bulan diperkirakan wanita itu telah melayani ratusan pria. thestar
“We were acting on a tip-off obtained two weeks ago.” It is learnt that the Bangladeshis, in their 30s, had approached their friends and “offered” the woman to them for a price. She was required to have sex with several men daily or else she would be beaten.

POLISI AKAN CEK TUBUH ARIEL LUNA DAN CUT TARI

Jakarta-Surya- Tiga selebriti yang wajahnya mirip dengan para pelaku dalam adegan di video-video seks yang beredar di internet, yaitu Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari, akan menjalani tes fisik untuk membuktikan keaslian video-video tersebut. Hal ini akan dilakukan oleh pihak kepolisian setelah para saksi ahli telematika, Roy Suryo dan Didin Shalahudin, memberi hasil kajian teknis mereka kepada polisi.

Sebelumnya, dalam hasil kajian teknis yang disampaikan oleh Roy sebagai saksi ahli multimedia kepada penyelidik, Selasa (15/6), anggota Komisi I DPR tersebut memastikan bahwa video-video itu asli 100 persen dan bukan hasil rekayasa.

Uji fisik akan dilakukan untuk mengetahui ciri-ciri khusus pada tubuh Ariel, Cut Tari, dan Luna. Ciri-ciri itu akan dibandingkan dengan ciri-ciri para pelaku adegan-adegan seks dalam video-video itu.

“Jadi, rekaman itu menjadi penting dan bisa digunakan pihak kepolisian untuk memperbandingkan atau melakukan uji fisik terhadap para pelaku yang ada pada rekaman tersebut,” ucap Roy di Jakarta.

Sementara itu, ketika ditanya apakah cek fisik termasuk mengecek kemungkinan adanya tato di pinggul Luna Maya, Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Ito Sumardi hanya tersenyum.

“Ya kita lihat saja nanti saat dilakukan cek fisik,” cetus jenderal bintang tiga itu tersenyum saat ditanya para wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (16/6). .

Uji fisik itulah yang nanti akan membuktikan apakah Ariel, Cut Tari, dan Luna merupakan para pemain dalam video-video itu atau tidak. “Satu langkah lagi, maka pelakunya bisa terbukti,” ujar Roy.

Salah satu ciri fisik perempuan dalam video itu, yang disebut mirip Luna adalah tato yang terdapat di pinggul sebelah kiri. Menurut Roy, hal itu juga yang akan dibuktikan oleh polisi nanti.

“Jadi, bukan kompetensi saya juga untuk memeriksa tato. Ahli telematika itu tugasnya bukan memeriksa tato atau lekukan wajah. Itu polisi nanti. Saya hanya menganalisis rekaman,” tandasnya.

Sementara itu, setelah melakukan analisis, Didin mengaku sudah mengantongi siapa pelaku sebenarnya dalam adegan di video mesum itu. Namun, ia tak mempunyai kewenangan untuk membeberkan nama-nama itu kepada publik.

Menurutnya, pihak polisi yang mempunyai wewenang untuk membeberkan pelaku bintang video porno tersebut. “Biar polisi nanti yang menyampaikan, tapi ada beberapa yang bisa dilakukan untuk membuktikannya,” tuturnya.

Selain memakai jasa Roy Suryo dan Didin sebagai saksi ahli telematika, ahli reka wajah dan pelacakan (tracing) wajah juga akan diturunkan oleh Mabes Polri untuk mencari tahu apakah pemeran di video itu benar Ariel, Luna dan Tari atau bukan.

Kabreskrim Komjen Pol Ito Sumardi mengatakan, kepolisian berkomitmen mengungkap soal video asusila tersebut. Namun, pihaknya tetap bersikap hati-hati dalam mengungkap jati diri para pelaku dan pengedar.

“Kita tidak hanya meminta pendapat ahli telematika Roy Suryo, tapi juga ahli reka wajah dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan ahli tracing wajah. Jadi, harus betul-betul akurat,” ujar Ito.

Ito meminta semua pihak bersabar hingga proses penyelidikan selesai dilakukan. Soal pernyataan bahwa video asusila tersebut dibuat pada tahun 2006 dan 2007, Ito enggan berkomentar. “Mari kita tunggu dulu penyelidikan, ya,” ujarnya singkat.

Terkait pemeriksaan lanjutan terhadap Luna dan Ariel serta Cut Tari, Ito mengatakan, hal tersebut akan dilakukan pada pekan ini. Ito tidak menyebutkan persis harinya namun diperkirakan pada Jumat (18/6) besok.

Di sela-sela Rapat Kerja Komisi I DPR dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi di gedung DPR kemarin, Roy mengungkapkan bahwa pengunggahan (upload) video itu pertama kali sehingga tampil dan tersebar di internet dilakukan dengan menggunakan perangkat mobile. Pengunggahan pertama dilakukan di Bandung, daerah asal Ariel.nkcm/jbp/yat

awas, buah segar di semprot SUMBO

Surabaya-Surya- Hati-hati jika Anda membeli buah-buahan yang kelihatan segar di pedagang pinggir jalan. Sebaiknya diperiksa dengan teliti supaya Anda tidak terkecoh dan membawa pulang buah yang sebetulnya sudah lawas, dan bahkan diimbuhi bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan.

Peringatan ini diungkapkan pihak kepolisian setelah pedagang buah pinggir jalan diamankan petugas Polwiltabes karena merekayasa mutu. Pedagang itu mengecat kulit buah-buah yang dijualnya dengan zat pewarna atau sumbo agar tampak lebih segar.

Pedagang buah nakal yang diamankan petugas itu adalah Kisno, 34, warga Menganti, Gresik. Saat diamankan, Kisno sedang berjualan buah di pinggiran Jl Raya Waru, Sidoarjo. “Dia sudah berjualan buah ini selama setahun sejak Juni 2009,” kata Kasatreskrim Polwiltabes Surabaya AKBP Anom Wibowo, Rabu (16/6).

Kisno yang sekarang ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di tahanan Polwiltabes Surabaya sengaja memberi warna merah pada buah leci yang hendak dijualnya. Harapannya, buah itu tampak lebih merah, lebih matang, dan lebih segar, sehingga cepat laku.

Buah leci yang dikulaknya dari sebuah toko di kawasan Ngagel, Surabaya itu oleh Kisno dicelupkan ke dalam timba yang sudah berisi air dan zat pewarna. “Air itu diberi zat pewarna merah,” jelas Anom.

Selain dengan cara merendam buah dalam timba yang berisi cairan pewarna, pewarnaan buah juga dilakukan dengan cara penyemprotan memakai semprotan obat nyamuk.

Di tempat Kisno berjualan, petugas menemukan dan mengamankan timba berisi air yang sudah diberi zat pewarna. Selain itu, petugas juga mendapatkan sejumlah zat berupa bubuk (sumbo) berwarna merah di atas keranjang buah.

“Barang-barang ini sudah kami amankan, ada dua keranjang buah leci yang telah diberi zat pewarna,” lanjut Anom.

Anom menjelaskan, buah leci yang dijual tersangka itu dikulaknya dengan harga Rp 10.000 per kilogram. Selanjutnya tersangka menjualnya kembali Rp 12.000–Rp 15.000 per kilogram. Dalam sehari penjualan buah, Kisno mencapai 30 kilogram.

Dalam pemeriksaan, diketahui bahwa Kisno ternyata tak hanya melakukan penipuan pada buah leci. Buah jeruk dan kelengkeng yang dijualnya juga disamarkan kualitasnya dengan pewarnaan.

Terungkapnya penjualan buah segar yang direkayasa itu terjadi setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat. Dari informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan di lapangan.

Untuk mengetahui, apakah buah disemprot pewarna atau tidak, petugas melihatnya dari gagang buah leci tersebut. Tampaknya karena Kisno kurang hati-hati saat penyemprotan atau pencelupan buah ke cairan pewarna, gagangnya juga ikut terkena pewarna.

“Jadi gagangnya juga berwarna merah, sehingga terdeteksi jika buah tersebut direkayasa kualitasnya,” terang Kanit Idik V Pidana Ekonomi Polwiltabes Surabaya AKP Hendri Umar.

Cara lain untuk mengetahui apakah buah leci itu disemprot zat pewarna adalah dengan meraba kulitnya. Jika kulitnya tampak lebih keras, kasar, dan luntur jika kena air, bisa dipastikan buah tersebut dipoles dengan zat pewarna.

“Tangan saya yang basah jadi merah karena zat pewarna itu luntur kena air,” tambah Hendri.

Selain merekayasa kualitas buah, ternyata tersangka juga mencurangi takaran. Caranya dengan melubangi bagian bawah timbel timbangan, sehingga berat timbangan berkurang.

“Setelah dilubangi, berat timbel timbangan 1 kilogram berkurang hingga 2 ons,” jelas Hendri.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 383 (2) KUHP atau Pasal 32 (2), Pasal 8 (1) atau Pasal 62 UU No 8/ 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr Esty Martiana Rahmie menegaskan bahwa zat pewarna yang dipakai untuk `merias` buah agar terlihat lebih segar mengandung bahan-bahan berbahaya bagi kesehatan. Dalam kasus makanan olahan, tidak hanya pewarna, yang juga dicampurkan adalah zat pengawet, pengeras, dan pengenyal.

”Zat-zat tersebut umumnya tidak larut dalam air, sehingga tidak bisa dicerna. Akibatnya akan tertinggal dan menumpuk di dalam tubuh. Kalau konsentrasinya kecil tidak masalah. Tetapi jika sering mengkonsumsi, sehingga terjadi penumpukan maka akan mengganggu metabolisme tubuh,” kata Esty.

Gangguan metabolisme tubuh ini bisa mengakibatkan kanker dan penyakit berbahaya lainnya. Ada kecenderungan pada pedagang, terutama pedagang kaki lima, selalu melipatgandakan keuntungan dengan menambah zat pewarna pada buah. Sebenarnya, tidak semua pewarna makanan membahayakan. Biasanya, pewarna makanan yang berkualitas baik dan tidak berbahaya (food grade) berharga mahal.niit/fai

Sidang Paripurna Diskors Gara-Gara Piala Dunia

Metrotvnews.com, Padang: Gara-gara nonton Piala Dunia aktivitas anggota DPRD Padang, Sumatra Barat, terganggu. Ketua DPRD Sumatra Barat Yultekhnikal terpaksa menskors sidang paripurna karena rapat tidak mencapai kuorum. Jumlah anggota dewan yang hadir tidak mencapai 2/3 dari 55 anggota dewan yang ada.

Sidang paripurna untuk membahas tata tertib dewan diskors selama 30 menit karena masih banyak anggota dewan yang mangkir. Padahal, masing-masing fraksi diharapkan dapat menyampaikan pandangannya mengenai perubahan tata tertibb anggota dewan.

Ketua dewan kemudian mencabut skors sidang setelah anggota dewan mulai berdatangan. Sebelumnya kursi di ruang rapat kosong. Hanya sedikit kepala dinas dan unsur muspida yang datang.

Yultekhnikal mensinyalir minimnya kehadiran anggota dewan, dan beberapa pejabat lainnya karena malamnya nonton bola. Yultekhnikal berharap dengan terbentuknya dewan kehormatan, anggota dewan tidak lagi beralasan tidak disiplin.(RIZ)

Rusia Luncurkan Kapal Selam Nuklir

Metrotvnews.com, Moskow: Rusia meluncurkan sebuah kapal selam serang bertenaga nuklir, Selasa (15/6), yang sempat tertunda pembuatannya selama 17 tahun karena kekurangan biaya setelah runtuhnya Uni Soviet.

Presiden Dmitry Medvedev mengatakan, kapal selam yang diberi nama Severodvinsk itu akan menambah kekuatan militer dan potensi angkatan laut serta memperkuat posisi Rusia di lautan di dunia.

"Rusia harus memodernisasi angkatan lautnya, kita harus membangun kapal-kapal yang sangat modern," kata Medvedev pada upacara peluncuran di galangan kapal Sevmash di pelabuhan Laut Putih.

Beberapa pengamat menyatakan Severodvinsk, yang pertama dalam kelasnya, belum sempurna dan masih harus di uji coba. "Dengan menempatkannya di perairan tidak menunjukkan bahwa kapal selam itu telah siap," kata Konstantin Makiyenko, wakil direktur di Pusat untuk Analisis Strategi dan Teknologi yang bermarkas di Moskow.

"Beberapa pejabat di Sevmash mengatakan kapal selam itu 80 persen telah selesai dan bahwa percobaan akan dimulai musim panas ini," menurut kantor berita Itar-Tass.

Kantor berita RIA menambahkan Severodvinsk dengan ukuran 119 meter (393 kaki) itu adalah kapal selam kelas Yasen/Graney pertama, dan dirancang untuk membawa rudal jelajah bertenaga nuklir jarak jauh dan persenjataan lain.

RIA dan Itar Tass melaporkan bahwa Severodvinsk diperkirakan akan mulai bertugas pada 2011, dan Makiyenko menyatakan tidak sangat optimistis.

Menurut dia, kapal selam itu masih membutuhkan tiga hingga lima tahun. Ia juga mengatakan tidak jelas apakah Rusia akan memiliki dana untuk menghasilkan beberapa lagi kapal selam dari kelas yang sama, jika Severodvinsk berhasil.

Menurut RIA, Rusia merencanakan untuk membuat sedikitnya enam kapal selam kelas itu. Pekerjaan telah dimulai tahun lalu dalam pembuatan kapal selam kedua dalam rangkaian itu, yang dinamai Kazan.

Pembuatan Severodvinsk dimulai pada 1993, tapi Makiyenko mengatakan pembuatan itu seara efektif telah dibekukan selama sekitar satu dasawarsa karena kekurangan dana.

Pasukan bersenjata Rusia menderita karena sangat kekurangan uang selama lebih dari satu dasawarsa setelah bubarnya Uni Soviet pada 1991. Dana telah ditambah, tapi tetap saja pembiayaan itu menjadi masalah.

Bulan ini, petinggi militer menyampaikan rencana sementara yang akan menghabiskan 13 triliun rubel (446,6 miliar dolar) dalam program persenjataan 10 tahun yang akan menyebabkan beberapa bagian militer dengan persenjataan yang sudah ketinggalan zaman.

Medvedev pada Februari lalu menegaskan bahwa sangat penting bagi Rusia untuk membuat senjata-senjata baru bermutu tinggi ketimbang menambal-sulam senjata-senjata yang sudah tua. (Ant/ICH)

Naik-Turun Naik Haji

RAPAT Panitia Kerja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah di Wisma DPR, Bogor, awal pekan lalu, sempat diwarnai suara kencang. Tim Garuda Indonesia tidak dipimpin direktur utamanya, Emirsyah Satar, karena sedang ke Belanda.

Pertanyaan anggota Panitia Kerja, apakah tim yang datang punya kapasitas menghasilkan keputusan, dijawab "tidak". Anggota Panitia Kerja ada yang kesal, "Kalau begini, tak ada gunanya pertemuan." Tapi rapat tetap dilanjutkan. Akhirnya, memang, "Ada banyak hal yang tidak bisa dijawab," kata anggota Panitia Kerja, Zainun Ahmadi.

Dewan ngotot menurunkan ongkos haji yang diusulkan Kementerian Agama, US$ 3.577 plus Rp 100 ribu-termasuk biaya penerbangan. Rapat dilanjutkan di Gedung Dewan, Senayan, Rabu pekan lalu. Hasilnya sama: tak tercapai kesepahaman. Padahal diharapkan pada 9 Juni itu sudah ada kesepahaman. Tenggat baru pun dibuat. "Diundur 15 Juni," kata Zainun. Sementara itu, Dewan akan reses mulai 18 Juni. Maka rapat kembali dilakukan Sabtu dan Ahad pekan lalu.

Pembahasan biaya ibadah haji memang sangat alot, terutama tentang biaya penerbangan. Porsi biaya pengangkutan ini sekitar 52 persen. Dewan mempertanyakan banyak soal, di antaranya penggunaan hitungan tonase, bukan penumpang, soal bahan bakar, dan ground handling. Juga angka yang berbeda-beda.

Departemen Agama membawa angka US$ 1.787 per penumpang, dengan dasar biaya tahun lalu. Departemen Perhubungan membawa angka US$ 1.754, dengan asumsi sudah untung sepuluh persen. Garuda sendiri mengusung angka US$ 1.779, dengan asumsi keuntungan 3,01 persen.

Pada pertemuan di Bogor, sempat ada pembicaraan kemungkinan bisa turun US$ 18. "Tapi itu masih hitung-hitungan kasar," kata Direktur Operasional Garuda Indonesia Ari Sapari. Menurut Zainun, Menteri Agama sempat menyatakan kemungkinan bisa turun US$ 150. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Slamet Riyanto menyatakan, saat itu, Menteri Agama ingin memanfaatkan momentum karena ada Garuda.

Sebelumnya, Dewan juga mengundang beberapa perusahaan, selain Garuda, yang memiliki izin mendarat di Arab Saudi, yakni Saudi Arabian Airlines, Emirates, Malaysia Airlines, Lion, dan Batavia. Mereka ditawari membuat proposal. Tapi hanya Batavia yang mengajukan angka, US$ 1.520 per penumpang. Malaysia Airlines malah tak hadir.

Kamis pekan lalu, Kementerian Agama mengundang Batavia. "Ada beberapa item komponen yang belum masuk," kata Slamet Riyanto. Di antaranya biaya kru dan biaya embarkasi ke bandara.

"Garuda juga masih menghitung," kata Ari Sapari, Jumat pekan lalu. Soal beda angka dengan Kementerian Perhubungan, menurut dia, mungkin karena ada perbedaan asumsi, seperti harga bahan bakar, yang merupakan komponen terbesar biaya penerbangan-sekitar 48 persen.

Dewan telah menyiapkan beberapa skenario angka. Ada angka Kementerian Agama dikurangi US$ 150, seperti yang pernah diungkapkan Menteri Agama, angka Kementerian Perhubungan dikurangi US$ 150, angka Batavia, serta angka gabungan hitungan komponen termurah dari Garuda dan Batavia.

Berapa pun hasil yang akan disepakati, semua satu suara bahwa yang paling mustahak adalah kepentingan jemaah haji. "Ini supaya tak terjadi apa-apa," kata Slamet. Dia tak ingin peristiwa 2003 terulang, ketika pesawat Indonesian Airlines yang membawa jemaah ONH plus ditahan di Saudi. Ribuan anggota jemaah telantar.

Warga madura antre jadi pria mandul

Sampang - Surya- Banyak program pemerintah untuk menghambat laju penduduk, salah satunya dengan program keluarga berencana (KB) dengan cara vasektomi. Vasektomi adalah kontrasepsi bedah untuk pria dengan cara memutus saluran spermanya, sehingga tidak bisa menghamili alias mandul. Sedangkan tubektomi adalah tindakan sejenis pada wanita.

Di Kabupaten Sampang, Pulau Madura, program vasektomi yang dilakukan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Kelurga Berencana (BPPKB) peminatnya kebanyakan dari kalangan pria usia 40 ke atas.

Sebanyak 50 laki–laki di Sampang dilaporkan sudah mendaftarkan dan bahkan sudah dioperasi oleh dokter ahli vasektomi yang didatangkan khusus melaksanakan program KB itu.

Program vasektomi dilakukan secara massal dan gratis tanpa unsur paksaan di Makodim 0828 Sampang, Selasa (15/6). Sejak pukul 07.00 WIB, petugas dari BPPKB sudah menerima pendaftar puluhan orang. Dengan sabar, mereka antre menunggu giliran.

Salah satu peserta dari anggota TNI AD Kodim 0828, Sukirman, 40, mengaku tidak merasakan sakit sama sekali saat operasi vasektomi. Ayah tiga anak ini menyatakan didukung istrinya ikut operasi. “Kasihan kalau istri yang selalu ikut KB. Soalnya, kalau perempuan yang ikut program KB dengan minum obat atau apalah, efeknya mengakibatkan pusing dan mual,” katanya.

Menurut Kepala BPPKB Sampang dr Herman Pria Abadi, program vasektomi di Sampang banyak sekali peminatnya. Pada 2009 saja, peserta yang ikut program ini mencapai 116 orang. “Ini mengalahkan tiga kabupaten lain, di Pulau Madura,” katanya. Tahun 2010 ini, BPPKB menargetkan sebanyak 126 orang ikut operasi, dan saat ini sudah mencapai 50 persen dari target.

Herman menambahkan, program ini juga dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sampang. Pihaknya juga memberikan alat kontrasepsi berupa kondom sebanyak 20 biji kepada tiap peserta.

Lelaki yang melakukan vasektomi secara permanen tidak bisa menghamili perempuan alias mandul, sehingga kerap dicurigai mudah berselingkuh. Operasi vasektomi menghambat saluran spermatozoa (vas deferens) yang membawa sperma keluar. Seperti dikutip dari Contraception, operasi ini biasanya dilakukan dengan melibatkan pemotongan dan mengikat mati (cauterizing) saluran sperma.

Namun, karena operasi kontrasepsi ini bersifat permanen, maka pria yang ingin melakukannya harus sudah benar-benar yakin tidak ingin memiliki anak lagi dan tidak akan berubah pikiran. Pria yang sudah melakukan vasektomi masih terus memproduksi sel benih yang diproduksi buah zakar. Hanya saja karena salurannya diputus tidak bisa keluar bersama ejakulasi. Sel-sel benih itu akan diserap lagi oleh tubuh dan tidak membahayakan kesehatan. Vasektomi juga tidak memengaruhi hormon testosteron.

Meski aman, program KB ini belum populer karena beberapa hal, antara lain, banyak laki-laki takut vasektomi ini akan memengaruhi kemampuannya berhubungan intim atau menyebabkan gangguan ereksi. Operasi ini tidak efektif dengan segera. Pasien diharuskan memakai kondom terlebih dahulu saat berhubungan dengan intim untuk membersihkan tabung dari sisa sperma yang ada. Untuk mengetahui sudah steril atau belum, biasanya dilakukan pemeriksaan mikroskop setelah 20-30 kali ejakulasi. Dibutuhkan waktu 1-3 tahun untuk benar-benar memastikan apakah vasektomi bisa bekerja efektif 100 persen atau tidak. Saat ini pria yang ingin membuka vasektomi bisa dilakukan, yakni dengan cara menyambung kembali saluran spermanya, namun peluang keberhasilannya kecil.nst33

Anggota Brimob Korban Penembakan Diterbangkan ke Jakarta

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Ajun Komisaris Besar Polisi Wahyono membenarkan telah terjadi penembakan oleh sekelompok orang yang menewaskan satu anggota Brigade Mobil Brigadir Satu Polisi Agus Suhendra. Jenazah anggota Brimob Kedunghalang, Bogor, Jawa Barat, itu, kini dalam proses evakuasi dan akan diterbangkan ke Jakarta.

Wahyono mengatakan, penembakan terjadi Senin kemarin di Kampung Yambi, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Saat itu, korban melakukan patroli rutin di sekitar Kampung Yambi.

Korban ditembaki oleh sekelompok orang tak dikenal dari radius 3,5 meter. Akibat penembakan itu, korban mengalami luka tembak di bagian rahang kanan atas, tembus ke rahang kiri di bawah telinga.

Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Mulia. Namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan. Rekan-rekan korban saat itu juga langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku dan juga sempat kontak senjata. Namun pelaku berhasil lolos.

Saat ini korban sedang dievakuasi dari RS Mulia, menuju Bandara Sentani Jayapura, menggunakan pesawat menuju Jakarta.(DSY)