JAKARTA — Kepala Pusat Pelaporan dan
Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf mengatakan, pihaknya
menemukan aliran dana dari tersangka kasus suap dan pencucian uang
terkait izin impor daging sapi Ahmad Fathanah ke 20 perempuan. Namun,
Yusuf mengatakan tidak mengetahui konteks aliran dana tersebut.
"Bisa saja mereka adalah teman, saudara, dan lainnya," ujar Yusuf ketika dihubungi Kompas.com, Senin (13/5/2013) malam.
Yusuf
mengatakan, nilai aliran dana tersebut bervariasi, mulai dari Rp 40
juta hingga Rp 1 miliar. Ketika ditanya lebih lanjut soal aliran dana
tersebut, Yusuf mengatakan, undang-undang hanya memperbolehkan dirinya
mengungkapkan temuannya kepada ke aparat penegak hukum.
Perempuan di sekeliling Fathanah
KPK
kini tengah mengembangkan kasus dugaan tindak pidana pencucian uang
yang dilakukan Fathanah. Fathanah menjadi tersangka bersama mantan
Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Dalam pemeriksaan KPK, terungkap
keterkaitan Fathanah dengan sejumlah perempuan.
Saat ditangkap di
Hotel Le Meridien pada Selasa (29/1/2013), Fathanah bersama perempuan
muda yang belakangan diketahui bernama Maharany Suciyono, mahasiswi di
Jakarta. Maharany mengaku diberi uang Rp 10 juta oleh Fathanah. Namun,
karena tak terkait kasus korupsi yang disidik, Rabu (30/1/2013) dini
hari, Maharany diperbolehkan pulang. Fathanah tetap diperiksa penyidik.
Ketika
KPK mulai menyidik Fathanah atas sangkaan tindak pidana pencucian uang,
cerita soal perempuan-perempuan bersama Fathanah mencuat lagi. Awalnya
KPK memeriksa perempuan yang tengah hamil tua, Sefti Sanustika.
Belakangan diketahui bahwa Sefti adalah istri muda Fathanah yang tinggal
di sebuah apartemen di Depok. Kala itu, KPK melacak aset Fathanah dan
menyita sejumlah mobil mewah yang terkait dengannya, seperti Mercedes
Benz C200, Toyota FJ Cruiser, dan Toyota Alphard.
Masih dalam
kaitan penyidikan TPPU terhadap Fathanah, publik dikejutkan dengan
pemeriksaan artis lawas Ayu Azhari. Ayu sempat membantah menerima uang
atau sesuatu dari Fathanah. Namun, sehari setelah diperiksa, Ayu kembali
ke KPK dan mengembalikan uang sebesar Rp 20 juta dan 1.800 dollar AS
yang diberikan Fathanah. Ayu memang mengakui Fathanah menawarkan kerja
sama kepadanya, tetapi tak pernah terwujud.
Cerita soal
perempuan-perempuan Fathanah ini belum berhenti. KPK telah menyita mobil
Honda Jazz dari model Vitalia Shesya. Honda Jazz ini ternyata diduga
pemberian Fathanah untuk Vitalia. Vitalia sudah dua kali diperiksa KPK
dalam kaitan sangkaan TPPU Fathanah. Wajah Vitalia mudah dikenali karena
pernah menjadi sampul majalah pria dewasa. Bahkan, sesi pemotretan yang
menggambarkan keseksian Vitalia bisa dilihat melalui Youtube. Vitalia
juga menerima jam tangan buatan Swiss merek Chopard seharga Rp 70 juta
dan uang Rp 250 juta dari Fathanah. Keroyalan Fathanah untuk Vitalia tak
sebatas itu. Vitalia juga diberikan perhiasan senilai Rp 100 juta,
tetapi telah dijual dan uangnya habis untuk biaya hidup.
Selain
itu, Fathanah diketahui membelikan Honda Freed untuk seorang wanita
bernama Tri Kurnia Rahayu. Mobil bernomor polisi B 881 LAA tersebut
dikembalikan Tri ke KPK, Selasa (7/5/2013). Selain mengembalikan mobil
Honda Freed, lanjutnya, Tri juga menyerahkan gelang bermerek Hermes dan
jam tangan Rolex yang didapatnya dari Fathanah kepada KPK. Harga gelang
Hermes tersebut Rp 50 juta hingga Rp 70 juta, sedangkan jam tangan Rolex
harganya di atas Rp 10 juta.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "PEREMPUAN DIBALIK KASUS AHMAD FATHANAH"
Post a Comment