TEMPO Interaktif, Jakarta - Koordinator Indonesia Corruption Watch Danang Widoyoko menilai keberadaan Pansus Century tidak jelas tujuannya sehingga tidak diperlukan. Ia juga tidak peduli siapa pun yang menduduki ketua pansus.
Danang mengatakan hal itu saat dimintai pendapatnya soal terpilihnya Idrus Marham sebagai Ketua Pansus Angket Century. "Mari kita dorong KPK untuk menuntaskan kasus ini," kata Danang ketika dihubungi Tempo, Sabtu (5/12).
Dia mengatakan pengusutan kasus dana talangan Bank Century Rp 6,7 triliun harus dilakukan dengan mekanisme hukum, bukan dengan cara-cara politik.
Pembentukan pansus, kata dia, hanya akan menjadi alat tawar-menawar politik di antara sesama partai politik. Dengan demikian, tidak ada yang bisa diharapkan dari adanya perubahan kebijakan. "Pansus ini membuat gaduh saja," kata dia.
Danang mengatakan indikasi pansus hanya bakal jadi alat tawar-menawar sudah bisa dilihat dari inkonsistensi Dewan. Saat rapat kerja dengan kepolisian, kata Danang, Komisi III sibuk memuji-muji pihak kepolisian dan mengambil sikap yang berbeda dengan harapan mayoritas masyarakat.
Inkonsistensi lainnya, terang dia, adalah tidak adanya sikap yang jelas dari Dewan tentang upaya pelemahan KPK. "Di satu sisi partai mendukung Century, tapi di sisi lain tidak bersuara ketika ada upaya pelemahan KPK soal rencana PP Penyadapan," kata Danang.
Untuk itu, Danang meminta masyarakat jangan terlalu berharap kasus Century bisa diselesaikan melalui pansus. Alih-alih berharap pada pansus, Danang meminta masyarakat mendorong penuntasan kasus ini melalui mekanisme hukum dengan mendorong KPK mengusut tuntas Century.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 Response to "Pansus Tidak Jelas, ICW Dorong KPK Usut Century"
Post a Comment