Pelaku penembakan Tito Refra Kei diduga merupakan orang yang terlatih
dan profesional. Sebab, aksi penembakan yang dilakukan pelaku tidak
seperti pelaku pidana lain dan melakukannya dengan sangat rapi.
"Cara
pelaku menembakkan ke sasaran tidak seperti biasanya seorang pelaku
melakukan tindakan pidana. Artinya ini sangat rapi," kata Kasubdit
Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro
Jaya Ajun Komisaris Besar Helmi Santika, di Mapolda Metro Jaya, Selasa
(4/6/2013).
Helmi mengatakan, ada kemungkinan pelaku sudah
mengetahui bahwa Tito akan bermain kartu di warung kopi milik Ratim
(70), korban yang juga tewas ditembak pelaku, sebelum melancarkan
aksinya. Ia juga mengatakan, saksi dari rekan-rekan Tito yang ada di
lokasi kejadian juga tidak mengenali pelaku dan hanya melihat secara
samar-samar.
Setelah mengeksekusi Ratim dan Tito, pelaku diduga
melarikan diri melalui jalan jembatan kecil mengarah ke Perumahan
Harapan Jaya. Saat ini, pihaknya juga berupaya agar tidak ada aksi
berkelanjutan dari tewasnya Tito Kei.
"Kami berusaha untuk meredam
aksi balas dendam terkait penembakan ini, dan itu yang menjadi
kewaspadaan kami saat ini," ujar Helmi.
Sebelumnya, adik bungsu
John Kei itu ditembak orang tak dikenal ketika sedang bermain kartu
domino bersama tiga temannya, yakni Gerry, Han, dan Petrus, di warung
dekat kediamannya di Jalan Titian Indah Raya, Kalibaru, Medan Satria,
Bekasi, Jawa Barat.
Peluru juga menyasar pemilik warung, Ratim,
hingga tewas di lokasi kejadian. Tito merupakan anak bontot dari enam
bersaudara. Jenazah Tito kemudian dimakamkan di kampung halamannya di
Tual, Maluku Tenggara.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 Response to "tito key tewas"
Post a Comment